Plt Kadis PUPR Konawe Tinjau Proyek Bundaran Kalosara, Tegaskan Percepatan Penyediaan Material Demi Kejar Target

waktu baca 4 menit
Rabu, 1 Jul 2026 06:12 0 23 Admin

Arsamedia.com Konawe –
Pemerintah Kabupaten Konawe terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi bagian dari penataan wajah ibu kota kabupaten. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Bundaran Kalosara di Kecamatan Unaaha, yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Unaaha sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap pelaksanaan proyek, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe, Robin Hermansah, S.Si., M.M., turun langsung meninjau lokasi pembangunan pada Selasa (30/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Konawe, Jusrin Jalil, S.Sos.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, memenuhi standar teknis, serta dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Selama berada di lokasi proyek, Robin Hermansah berdialog langsung dengan pihak pelaksana pekerjaan. Ia menanyakan perkembangan pembangunan secara rinci, mulai dari progres fisik, ketersediaan material, hingga berbagai kendala teknis maupun nonteknis yang dihadapi di lapangan.

Menurut Robin, pengawasan secara berkala sangat penting dilakukan agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diatasi tanpa mengganggu jadwal pekerjaan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh kualitas pekerjaan, tetapi juga oleh kesiapan material dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat.

Dalam kesempatan itu, Robin menyoroti belum tersedianya material pasir di lokasi pembangunan. Padahal, pasir merupakan salah satu material utama yang dibutuhkan untuk proses pengecoran pondasi struktur dasar.

“Semestinya pasir yang akan digunakan sudah berada di lokasi atau on site sehingga proses pencampuran material dapat segera dilakukan. Namun sampai saat ini saya belum melihat kesiapan tersebut. Hal ini harus segera dipercepat agar tidak menghambat tahapan pekerjaan berikutnya,” tegas Robin.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan pasir untuk tahap pekerjaan saat ini mencapai sekitar 36 ret atau setara dengan kurang lebih 252 meter kubik. Jumlah tersebut dinilai cukup besar sehingga proses pengadaannya harus segera dipenuhi agar pekerjaan struktur awal tidak mengalami keterlambatan.

Robin mengingatkan bahwa keterlambatan penyediaan material akan berdampak terhadap keseluruhan jadwal proyek. Karena itu, ia meminta pihak pelaksana agar segera melakukan percepatan pengadaan material sehingga pekerjaan tetap berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

Meski memberikan perhatian terhadap kesiapan material, Robin menilai secara umum progres pembangunan Bundaran Kalosara masih berjalan sesuai tahapan. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat terus dipacu tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Sementara itu, salah seorang pekerja yang menangani pengadaan material, Kadir, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berupaya mendatangkan pasir yang dibutuhkan untuk pekerjaan pondasi.

“Saat ini material pasir masih sementara kami carikan agar segera tersedia karena akan digunakan untuk kebutuhan pengecoran pondasi struktur dasar,” ujarnya.

Ia mengatakan secara umum pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak mengalami kendala yang berarti. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel material yang sebelumnya telah dikirim untuk memastikan seluruh material memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.

“Kami sudah membawa sampel ke laboratorium dan telah mendapat konfirmasi. Kemungkinan hasilnya akan keluar dalam waktu dekat. Kalau bukan hari ini, mungkin besok sudah bisa kami ketahui,” jelas Kadir.

Menutup kunjungannya, Robin Hermansah mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Bundaran Kalosara untuk terus menjaga sinergi, meningkatkan disiplin kerja, serta mengutamakan kualitas dalam setiap tahapan pekerjaan.

Ia menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan salah satu pembangunan strategis yang diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Konawe.

Selain meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kota Unaaha, Bundaran Kalosara juga diharapkan menjadi landmark baru yang memperkuat identitas daerah sekaligus mempercantik wajah ibu kota Kabupaten Konawe.

“Kami berharap seluruh tim bekerja lebih maksimal, menjaga kualitas pekerjaan, serta memastikan setiap tahapan berjalan sesuai perencanaan. Dengan demikian, pembangunan Bundaran Kalosara dapat selesai tepat waktu dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Konawe,” pungkasnya.

Pembangunan Bundaran Kalosara merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Konawe dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Kehadiran bundaran tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengaturan lalu lintas, tetapi juga menjadi simbol kemajuan pembangunan daerah yang mampu menciptakan ruang kota yang lebih tertata, representatif, dan memiliki nilai estetika bagi masyarakat maupun para pengunjung yang datang ke Kabupaten Konawe.

Laporan: Nasir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA