
ARSAMEDIA.COM, KONAWE —
Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), terus memperkuat kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat di dunia pendidikan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi Guru Jenjang SMP Kabupaten Konawe yang dilaksanakan selama dua hari, 8–9 September 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru agar mampu memahami, mengadaptasi, serta memanfaatkan teknologi secara tepat dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Sugiman, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menjelaskan bahwa pembelajaran koding akan diperkenalkan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan.
Menurutnya, pembelajaran koding dimulai dari peserta didik kelas IV, V, dan VI Sekolah Dasar (SD), kemudian dilanjutkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sugiman juga menyampaikan pesan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe agar materi yang diperoleh para guru selama pelatihan tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan di sekolah masing-masing.
“Pesan Bapak Kepala Dinas, apa yang diajarkan hari ini teman-teman guru bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” ujar Sugiman.
Ia menekankan, guru peserta pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan guru di sekolah.
“Guru harus bisa menjadi virus dari pembelajaran ini. Pulang, tularkan virusnya di sekolah masing-masing,” katanya.
Menurut Sugiman, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari kemampuan peserta memahami materi yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
Guru diharapkan mampu mengadaptasi teknologi berdasarkan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah. Dengan demikian, penerapan koding dan kecerdasan artifisial dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam laporan panitia, disampaikan bahwa pelatihan KKA tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan teknologi kepada tenaga pendidik. Kegiatan ini diarahkan sebagai bagian dari persiapan dunia pendidikan Kabupaten Konawe dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara peserta didik memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, hingga menyelesaikan berbagai persoalan.
Dalam kondisi tersebut, guru tetap memiliki posisi penting sebagai pendidik sekaligus pengarah proses pembelajaran.
Teknologi dapat menjadi instrumen pendukung pendidikan. Namun, nilai-nilai pendidikan, keteladanan, kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan guru dalam membimbing peserta didik tetap menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.
Melalui pelatihan ini, guru didorong memahami bahwa koding tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan menjadi seorang programmer.
Koding juga dapat menjadi sarana untuk membangun kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.
Demikian pula dengan kecerdasan artifisial. Pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak harus selalu berkaitan dengan teknologi yang kompleks. Guru dapat memulainya dari kebutuhan sederhana dalam proses pembelajaran.
AI, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun bahan ajar, mengembangkan aktivitas pembelajaran, membuat soal, mencari ide pembelajaran, hingga membantu memberikan alternatif penjelasan terhadap materi yang dianggap sulit oleh peserta didik.
Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis dari guru.
AI mampu menghasilkan informasi secara cepat, tetapi hasil yang diberikan tidak selalu dapat diterima begitu saja sebagai sebuah kebenaran. Guru tetap perlu melakukan verifikasi, memeriksa sumber informasi, membandingkan data, serta menyesuaikan hasil yang diperoleh dengan konteks pembelajaran.
Karena itu, literasi digital dan kecerdasan artifisial bagi guru bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga mencakup aspek etika, keamanan, tanggung jawab, serta kemampuan menilai dan memanfaatkan informasi secara tepat.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe mendorong para guru untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh melalui langkah-langkah sederhana dan terukur.
Guru tidak dituntut untuk langsung menguasai seluruh teknologi. Mereka diharapkan berani memulai dari satu inovasi pembelajaran, menerapkannya di kelas, mengevaluasi hasilnya, kemudian melakukan perbaikan.
Dari proses tersebut diharapkan lahir berbagai praktik baik yang dapat dikembangkan dan dibagikan kepada tenaga pendidik lainnya.
Dengan demikian, pelatihan KKA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kompetensi yang bersifat sesaat, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan.
Peningkatan kompetensi guru dalam bidang teknologi juga diharapkan dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Konawe.
Pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas tenaga pendidik dan peserta didik.
Melalui penguasaan teknologi yang tepat, pendidikan di Kabupaten Konawe diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan, etika, dan karakter.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita pembangunan manusia dalam semangat Konawe Bersahaja, yakni mendorong kemajuan dengan tetap menjunjung nilai, etika, dan tanggung jawab.
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru Jenjang SMP Kabupaten Konawe tersebut dihadiri Kepala Bidang GTK Sugiman, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Hj. Nurjaya, S.E., M.M., Kepala Seksi Analis Kebijakan Saida Tondrang, S.Sos., serta staf GTK Haldy Ali Syukur, S.Pd., M.M., bersama jajaran Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.
Kegiatan tersebut juga diikuti para guru yang berasal dari sekolah masing-masing di wilayah Kabupaten Konawe.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Aricia Pristianti, S.Pd., M.Si. dan Haldy Ali Syukur, S.Pd., M.Pd.
Melalui pelatihan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe berharap para guru peserta mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Implementasi koding dan kecerdasan artifisial diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, berkolaborasi, berkreasi, serta menghasilkan solusi sesuai tantangan di lingkungan mereka.
Dengan demikian, teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir pendidikan, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik Kabupaten Konawe menghadapi perkembangan dunia yang terus berubah.
Laporan: Arsamedia

Tidak ada komentar