Desa Wunduhaka Kembangkan Budidaya Ayam Petelur, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

waktu baca 4 menit
Jumat, 11 Sep 2026 01:53 0 25 Admin

ARSAMEDIA.COM,KONAWE UTARA –Pemerintah Desa Wunduhaka, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, terus mendorong penguatan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah desa yakni mengembangkan usaha budidaya ayam petelur melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Wunduhaka.

Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan telur bagi masyarakat di Desa Wunduhaka dan sekitarnya, tetapi juga menjadi salah satu unit usaha produktif desa yang diharapkan mampu berkembang menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga.

Usaha budidaya ayam petelur tersebut dibiayai melalui Dana Desa yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Anggaran itu digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha, mulai dari pembangunan kandang sistem baterai (battery cage), pengadaan ayam petelur siap produksi, pakan, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Ketua BUMDes Maju Sejahtera Desa Wunduhaka, Agus Salim, mengatakan pengembangan usaha ayam petelur merupakan bagian dari upaya pemerintah desa bersama masyarakat dalam membangun usaha ekonomi yang memiliki manfaat jangka panjang.

Menurutnya, keberadaan unit usaha tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di desa.

“Usaha budidaya ayam petelur yang sedang kami kembangkan ini diharapkan dapat menjadi sumber lapangan kerja baru bagi masyarakat. Yang tidak kalah penting, usaha ini nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa yang sangat berguna untuk mendukung pembangunan desa,” ujar Agus Salim saat ditemui awak media, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan usaha tidak akan berhenti pada pemenuhan kebutuhan telur masyarakat sekitar. BUMDes Maju Sejahtera juga membuka peluang untuk memperluas pemasaran hasil produksi ke luar Desa Wunduhaka apabila kapasitas produksi nantinya semakin meningkat.

Dengan demikian, usaha tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi telur yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.

Selain aspek ekonomi, BUMDes Maju Sejahtera juga melihat peluang kerja sama dengan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Konawe Utara.

Kerja sama tersebut dinilai memiliki prospek strategis untuk mendukung kebutuhan bahan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

“Ke depan, kami berharap usaha ini dapat bermitra dengan SPPG yang ada di Konawe Utara untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Tentunya kami ingin hasil produksi dari desa dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Agus menambahkan, pengembangan usaha BUMDes tersebut merupakan bagian dari perencanaan pembangunan desa yang telah melalui proses musyawarah.

Program itu sebelumnya telah dibahas dalam Musyawarah Desa dan selanjutnya dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

Selain aspek perencanaan dan penganggaran, legalitas BUMDes Maju Sejahtera juga telah dilengkapi dengan dokumen AHU dari Kementerian Hukum dan HAM, sebagai salah satu persyaratan dalam penyelenggaraan usaha BUMDes.

Sementara itu, Kepala Desa Wunduhaka, Muhammad Sadam Hidayat, S.Hut., MM, yang juga bertindak sebagai Komisaris BUMDes Maju Sejahtera, menjadi salah satu pihak yang menggagas pengembangan unit usaha budidaya ayam petelur tersebut.

Menurut Agus, keterlibatan pemerintah desa sangat penting untuk memastikan unit usaha yang dikelola BUMDes dapat berjalan sesuai dengan hasil musyawarah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap pengelolaan usaha dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan sehingga BUMDes tidak hanya menjadi lembaga usaha desa secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Harapannya, usaha ini dapat menjadi salah satu pilar perkembangan ekonomi Desa Wunduhaka yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Pengembangan budidaya ayam petelur tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Desa Wunduhaka dalam mengoptimalkan potensi Dana Desa melalui kegiatan produktif. Dengan pengelolaan yang baik, usaha tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari tersedianya lapangan kerja, terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat, berkembangnya aktivitas ekonomi, hingga meningkatnya kontribusi terhadap pendapatan desa.

Ke depan, keberhasilan BUMDes Maju Sejahtera akan sangat ditentukan oleh kemampuan pengelola dalam menjaga produktivitas ayam, memastikan ketersediaan pakan, menjaga kualitas telur, memperluas jaringan pemasaran, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, budidaya ayam petelur diharapkan tidak hanya menjadi sebuah unit usaha, tetapi berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Desa Wunduhaka dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Laporan : DAHLAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA