Pelantikan DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Konawe, Dorong Penguatan Tambang Rakyat dan Kemandirian Ekonomi Daerah

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Apr 2026 12:55 0 12 Admin

Arsamedia.com konawe– Dewan pengurus  Cabang (DPC)
Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Konawe resmi dilantik pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran dan eksistensi organisasi penambang rakyat di daerah, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertambangan yang semakin kompleks.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Hotel Al-Ghisan, Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APRI Sulawesi Tenggara, H. Tasman. Acara ini juga disaksikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APRI, Ir. Gatot Sugiharto, yang turut memberikan arahan strategis kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolres Konawe Kompol Hasruddin, Perwira Penghubung (Pabung) Azwar Dinata, perwakilan Kejaksaan Negeri Konawe, unsur Pemerintah Daerah, Anggota Komisi II DPRD Konawe Kristian Tandabioh dan Rafiq Poseno, tokoh masyarakat H. Abdul Rahim, serta para penambang pasir lokal yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pertambangan rakyat.

Dalam pelantikan tersebut, Verna Andrew Keynes Rambe resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC APRI Konawe. Ia akan didampingi oleh Sarman sebagai Sekretaris dan Ilham Saputra Jaya sebagai Bendahara, bersama jajaran pengurus lainnya yang diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara efektif dan profesional.

Dalam sambutannya, Ketua DPW APRI Sulawesi Tenggara, H. Tasman, menegaskan bahwa kehadiran APRI di Konawe diharapkan mampu menjadi wadah solusi bagi para pelaku usaha tambang rakyat. Ia menyebutkan bahwa selama ini banyak persoalan yang dihadapi oleh para penambang, mulai dari aspek legalitas, perizinan, hingga perlindungan usaha.

“APRI hadir untuk membantu para pelaku usaha agar setiap persoalan yang dihadapi dapat menemukan solusi terbaik. Harapannya, para penambang rakyat bisa bekerja dengan aman, legal, dan semakin sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APRI, Ir. Gatot Sugiharto, dalam arahannya menyoroti pentingnya peran tambang rakyat dalam perjalanan panjang pembangunan bangsa Indonesia.

Menurutnya, aktivitas pertambangan rakyat bukanlah hal baru, melainkan telah menjadi bagian dari sejarah peradaban masyarakat Indonesia sejak masa lampau.

Ia menjelaskan bahwa sejak zaman pandai besi, masyarakat telah mampu mengolah logam secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari proses sederhana tersebut, lahir berbagai inovasi yang menjadi fondasi perkembangan teknologi hingga saat ini.

“Dari tangan-tangan sederhana para pandai besi di masa lalu, lahir berbagai peralatan yang menjadi cikal bakal perkembangan teknologi. Ini menunjukkan bahwa tambang rakyat memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gatot menekankan bahwa pengelolaan sumber daya mineral yang dulunya bersifat tradisional kini telah berkembang menjadi bagian dari rantai industri modern. Produk-produk hasil tambang kini menjadi komponen penting dalam berbagai sektor, mulai dari teknologi komunikasi hingga pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, tambang rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sektor ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa dalam mengelola kekayaan alamnya sendiri. Oleh karena itu, keberadaannya harus terus dijaga, diberdayakan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap sektor pertambangan rakyat, baik melalui penyusunan regulasi yang berpihak, pembinaan berkelanjutan, maupun perlindungan hukum bagi para pelaku usaha.

Gatot optimistis bahwa jika dikelola dengan baik, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan, tambang rakyat akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kemajuan teknologi nasional di masa depan.

Pelantikan ini pun diharapkan menjadi awal baru bagi penguatan organisasi penambang rakyat di Konawe, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Laporan: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA