
Arsamedia.com Konawe –
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 yang dilaksanakan di Kecamatan Puriala menjadi momentum penting bagi PGRI Kecamatan Wonggeduku untuk meneguhkan kembali peran strategis guru dalam membangun peradaban bangsa, Senin (15/12/2025).
Mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju: Bersama PGRI Kecamatan Wonggeduku Mewujudkan Indonesia Emas,” kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjuangan panjang para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ketua PGRI Kecamatan Wonggeduku dalam keterangannya menyampaikan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi penentu arah peradaban. Dari tangan guru lahir generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan sejati tidak diukur dari megahnya bangunan sekolah, melainkan dari nilai-nilai karakter, integritas, serta semangat kebangsaan yang ditanamkan guru kepada setiap peserta didik.
Menurutnya, membangun pendidikan adalah maraton panjang, bukan lari cepat. Setiap doa, motivasi, dan keteladanan yang diberikan guru merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan guru adalah tangan-tangan yang memastikan senjata itu digunakan untuk menebar ilmu, kebijaksanaan, dan kemanusiaan,” tambahnya.
Dalam peringatan HUT PGRI ke-80 ini, PGRI Kecamatan Wonggeduku kembali menegaskan slogan perjuangan guru, antara lain:
Guru Hebat, Indonesia Kuat
Guru Bergerak, Indonesia Maju
Terus Belajar, Terus Berkarya, Demi Masa Depan Anak Bangsa
Kami Bukan Hanya Pengajar, Kami Adalah Penentu Arah Peradaban
Di akhir kegiatan, Ketua PGRI, para kepala sekolah, serta seluruh guru se-Kecamatan Wonggeduku menyampaikan ucapan Selamat Hari PGRI ke-80, seraya mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus menginspirasi, mendidik, dan mencerdaskan anak bangsa demi terwujudnya Indonesia Emas.
Laporan: Arsam

Tidak ada komentar