Spektakuler! 26.126 Warga Ikut Tari Lulo, Konawe Cetak Rekor Dunia MURI di HUT Daerah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 11:00 0 14 Admin

Arsamedia.com Konawe –

Kabupaten Konawe kembali menorehkan sejarah membanggakan di tingkat nasional hingga dunia. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe, ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti Tari Lulo massal yang digelar di pelataran ICP Konawe, Sabtu (11/4/2026).

 

Kegiatan ini sukses mencatatkan rekor luar biasa dengan jumlah peserta mencapai 26.126 orang.

 

 

Capaian tersebut secara resmi ditetapkan oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia untuk kategori Tari Lulo dengan peserta terbanyak dan terpanjang. Penetapan ini menjadikan Konawe sebagai pusat perhatian, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mata dunia.

 

 

Direktur MURI yang hadir langsung di lokasi kegiatan menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi masyarakat Konawe yang begitu antusias dan solid dalam menyukseskan acara tersebut.

 

 

Ia menegaskan bahwa rekor ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kekuatan budaya dan kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi.

 

 

“Ini bukan hanya rekor nasional, tetapi sudah masuk dalam kategori rekor dunia. Partisipasi masyarakat yang mencapai puluhan ribu orang dalam satu tarian tradisional adalah sesuatu yang luar biasa,” ujarnya saat memberikan sambutan.

 

 

Sebagai bentuk penghargaan, pihak MURI menyerahkan piagam rekor dunia dan medali kepada Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST. Penyerahan tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.

 

 

Bupati Konawe dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat Konawe yang telah menunjukkan kecintaan terhadap budaya daerah.

 

 

“Ini adalah kebanggaan kita semua. Tari Lulo bukan hanya sekadar tarian, tetapi simbol persatuan, kekompakan, dan identitas masyarakat Tolaki yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ungkapnya.

 

 

Acara ini juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Polres Konawe, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Kehadiran mereka semakin menambah semarak perayaan HUT Konawe yang berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah.

 

 

Sejak pagi hari, peserta dari berbagai kecamatan telah memadati lokasi acara dengan mengenakan pakaian adat maupun busana seragam yang mencerminkan identitas daerah.

 

 

Mereka bergandengan tangan membentuk lingkaran panjang, menari secara serempak mengikuti irama musik tradisional Lulo yang menggema di seluruh kawasan pelataran ICP.

 

 

Tari Lulo sendiri merupakan tarian khas suku Tolaki yang memiliki makna mendalam sebagai simbol persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang.

 

 

Dalam tarian ini, semua peserta saling bergandengan tangan membentuk lingkaran, menandakan bahwa seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama.

 

 

Keberhasilan pemecahan rekor dunia ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus mempromosikan budaya lokal Konawe ke tingkat yang lebih luas.

 

 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata daerah, yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Konawe.

 

 

Dengan torehan prestasi ini, Kabupaten Konawe tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga mempertegas jati dirinya sebagai daerah yang kaya akan budaya dan mampu bersaing di panggung dunia melalui kearifan lokal yang dimilikinya.

 

Arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA