
Arsamedia.com, Konawe — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi literasi dan numerasi di satuan pendidikan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi bagi sekolah penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik Tahun 2026 lingkup Gugus 7 Kabupaten Konawe.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 2 Meraka tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Sugiman, S.Pd., M.Pd., pada Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru perwakilan dari sekolah-sekolah yang tergabung dalam Gugus 7. Turut hadir Ketua Gugus 7, Sumardin, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Kepala SMAN 1 Puriala, bersama jajaran kepala sekolah dan tenaga pendidik peserta Bimtek.
Adapun peserta berasal dari empat sekolah dasar (SD) SDN 2 Meraka,SDN wonua morome, SDN 1 sonai, SDN 2 puriaala, dan satu sekolah menengah atas (SMA). SMAN 1 puriaala Setiap sekolah mengutus perwakilan guru untuk mengikuti kegiatan, yakni sebanyak lima orang dari masing-masing SD dan 10 orang dari SMA.
Dalam sambutannya, Sugiman menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang berhasil meraih predikat sebagai penerima BOSP Kinerja Terbaik. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi harus menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi dasar peserta didik. Kemampuan tersebut menjadi fondasi dalam mendukung keberhasilan siswa memahami berbagai materi pembelajaran serta menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Literasi dan numerasi adalah fondasi utama dalam proses pembelajaran. Melalui Bimtek ini, kita berharap para tenaga pendidik dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan sehingga mampu mendongkrak rapor pendidikan di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Sugiman.
Menurutnya, keberhasilan peningkatan mutu pendidikan sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Karena itu, kegiatan Bimtek ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh para guru di sekolah masing-masing.
Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada para pendidik mengenai strategi mengintegrasikan kemampuan literasi dan numerasi ke dalam berbagai proses pembelajaran.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran serta penyusunan asesmen yang efektif untuk mengukur perkembangan kompetensi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi, serta sesi interaktif yang membahas berbagai tantangan dan strategi dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Kehadiran para kepala sekolah dan guru perwakilan dari jenjang SD dan SMA juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi serta berbagi pengalaman terkait praktik pembelajaran yang telah diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Ketua Gugus 7, Sumardin, S.Pd., M.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai koordinator Gugus 7, ia diharapkan dapat mendorong hasil Bimtek agar ditindaklanjuti melalui penerapan strategi pembelajaran di masing-masing sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe berharap sekolah penerima BOSP Kinerja Terbaik di lingkup Gugus 7 mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.
Penguatan kompetensi guru melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Gugus 7 diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Konawe melalui kolaborasi antarsatuan pendidikan, penguatan kompetensi pendidik, serta penerapan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Laporan: Arsamedia

Tidak ada komentar