
Arsamedia.com Konawe –
Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Dawi-Dawi, Kecamatan Wonggeduku. Sebanyak 29 kepala keluarga (KK) dilaporkan terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Penanganan cepat dilakukan setelah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Konawe, Nasrudin, menginstruksikan langsung Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Amos Demi, untuk segera turun ke lokasi pengungsian guna memastikan kondisi warga terdampak dan menyalurkan bantuan darurat.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Amos Demi bersama personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung bergerak menuju titik pengungsian. Setibanya di lokasi, tim Dinas Sosial melakukan pendataan warga, pengecekan kondisi kesehatan ringan, serta distribusi bantuan logistik bagi seluruh pengungsi.
Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air minum, selimut, serta alas tidur untuk membantu warga bertahan selama berada di tempat pengungsian. Kondisi ini dinilai penting mengingat sebagian besar warga harus meninggalkan rumah secara mendadak tanpa persiapan logistik yang memadai.
Banjir yang melanda Desa Dawi-Dawi menyebabkan puluhan rumah warga terendam air hingga tidak dapat dihuni. Akibatnya, 29 KK terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman di lokasi pengungsian yang disiapkan secara sementara.
Warga mengaku kondisi banjir kali ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan kegiatan sekolah anak-anak. Beberapa warga juga menyebut bahwa mereka sudah beberapa hari bertahan di pengungsian sambil menunggu air surut.
Kehadiran Dinas Sosial Konawe di lokasi pengungsian mendapat sambutan positif dari para warga. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena akhirnya mendapat perhatian langsung setelah beberapa hari terdampak banjir.
Warga menilai bantuan tersebut sangat membantu, terutama karena kebutuhan dasar seperti makanan dan perlengkapan tidur menjadi sangat terbatas saat berada di pengungsian.
Selain bantuan logistik, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang ikut mengungsi. Petugas Tagana tidak hanya menyalurkan makanan tambahan untuk anak, tetapi juga memberikan pendampingan psikososial agar anak-anak tetap merasa aman dan tidak trauma dengan kondisi bencana yang mereka alami.
Suasana pengungsian yang sebelumnya penuh kekhawatiran perlahan berubah menjadi lebih tenang dengan adanya aktivitas pendampingan dan interaksi yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
Masyarakat Desa Dawi-Dawi berharap Pemerintah Kabupaten Konawe tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan langkah pencegahan jangka panjang. Perbaikan drainase, normalisasi aliran air, serta peningkatan sistem pengendalian banjir dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Dinas Sosial Konawe menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan warga pengungsi tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
Arsamedia.

Tidak ada komentar