
Arsamedia.com Konawe —
Polemik dugaan pengambilan aset di Puskesmas Anggotoa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, terus menjadi sorotan publik. Setelah ramai diperbincangkan di tengah masyarakat, inisial YN akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya membawa pulang sejumlah fasilitas puskesmas usai dinonaktifkan dari jabatannya.
Dalam keterangannya, YN menegaskan bahwa barang-barang yang dibawanya bukan merupakan aset milik pemerintah ataupun inventaris resmi puskesmas, melainkan barang pribadi yang dibeli menggunakan uang sendiri demi menunjang pelayanan saat dirinya masih aktif bertugas.
Menurut YN, saat pertama kali menjabat di Puskesmas Anggotoa, kondisi fasilitas dinilai sangat minim, bahkan ruang kerjanya disebut tidak memiliki perlengkapan yang layak untuk menerima tamu maupun menunjang aktivitas pelayanan kesehatan.
“Ketika awal saya masuk di Puskesmas Anggotoa memang fasilitas sangat minim. Terutama di ruangan saya sendiri tidak ada kursi tamu. Bagaimana saya mau menerima tamu kalau kursi saja tidak ada,” ungkap YN saat memberikan klarifikasi kepada media.
Karena merasa kondisi tersebut tidak mendukung pelayanan, YN mengaku berinisiatif membeli sendiri kursi tamu menggunakan dana pribadinya tanpa membebankan anggaran kepada pihak puskesmas ataupun pemerintah daerah.
Tak hanya itu, YN juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah melakukan inspeksi ke sejumlah ruangan di lingkungan puskesmas dan mendapati ruang farmasi tidak memiliki pendingin ruangan atau AC, padahal fasilitas tersebut dianggap penting untuk menjaga kualitas penyimpanan obat-obatan.
“Saya juga inspeksi ke masing-masing ruangan. Di gudang farmasi yang seharusnya ada AC ternyata tidak ada. Maka saya berinisiatif membawa AC milik saya sendiri dari rumah untuk dipakai di sana,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tindakannya semata-mata dilakukan demi mendukung kenyamanan pelayanan dan kebutuhan fasilitas kesehatan, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun mencari keuntungan.
Karena itu, YN merasa heran ketika dirinya justru dituding membawa aset negara setelah barang-barang tersebut dibawa kembali usai dirinya tidak lagi menjabat.
“Jadi salahnya di mana, karena saya memakai uang pribadi saya sendiri. Itu bukan aset negara, tapi barang milik saya yang sebelumnya saya pakai membantu fasilitas di puskesmas,” tegasnya.
Pernyataan YN kini memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai klarifikasi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan data inventaris barang milik daerah agar polemik tidak berkembang menjadi fitnah maupun kesalahpahaman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Puskesmas Anggotoa maupun instansi terkait mengenai status barang-barang yang dipersoalkan, termasuk apakah fasilitas tersebut tercatat dalam inventaris aset pemerintah atau tidak.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut transparansi pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan serta tata kelola aset di lingkungan pemerintah daerah. Masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka, objektif, dan berdasarkan data administrasi yang jelas agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.
Laporan : Redaksi

Tidak ada komentar