
Arsamedia.com Konawe –
Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas di Desa Wonggeduku, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, saat menerima kunjungan tim penilai Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Kabupaten Konawe tahun 2026, Sabtu (18/4/2026).
Kehadiran tim penilai disambut langsung oleh Kepala Desa Wonggeduku, Syawal Maid, S.Sos, bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari penyambutan hingga menampilkan berbagai potensi unggulan desa.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Desa Wonggeduku untuk menunjukkan capaian pembangunan serta kinerja pemerintahan desa selama beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, lomba desa juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan desa.
Ketua tim penilai, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Konawe, Erjuna Rasjan, S.STP., M.Si, dalam arahannya menyampaikan bahwa penilaian lomba desa mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.
“Penilaian ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga evaluasi terhadap capaian pembangunan desa dalam dua tahun terakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga bidang utama yang menjadi fokus penilaian, yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.
Pada bidang pemerintahan, tim menilai tata kelola desa, kinerja aparatur, inovasi pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, aspek pelestarian adat dan budaya lokal juga menjadi perhatian dalam penilaian.
Sementara itu, pada bidang kewilayahan, penilaian mencakup kejelasan identitas desa, batas wilayah administratif, inovasi desa, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, serta kemampuan desa dalam mengelola potensi dan menarik investasi.
Adapun pada bidang kemasyarakatan, indikator yang dinilai meliputi tingkat partisipasi warga, peran aktif lembaga kemasyarakatan seperti LPM dan BPD, kegiatan PKK, serta kondisi sosial masyarakat, termasuk keamanan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan upaya penanggulangan kemiskinan.
Selain ketiga bidang tersebut, Desa Wonggeduku juga diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, seperti kelengkapan data profil desa selama dua tahun terakhir, serta dokumen penting berupa Peraturan Desa tentang RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.
Yang menarik, dalam penilaian tahun ini juga ditekankan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Enam SPM tersebut meliputi layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Untuk memastikan implementasi tersebut berjalan optimal, tim penilai melakukan verifikasi langsung di lapangan. Mereka meninjau berbagai layanan yang dirasakan masyarakat, seperti pelayanan imunisasi, penanganan stunting, akses air bersih, hingga program perlindungan sosial.
Kepala Desa Wonggeduku, Syawal Maid, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal dalam menghadapi penilaian lomba desa ini. Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Lomba ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan warga adalah kekuatan utama kami,” ungkapnya.
Antusiasme warga semakin terlihat dengan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan yang ditampilkan di hadapan tim penilai. Mulai dari program pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, hingga potensi lokal desa yang menjadi unggulan.
Tim penilai sendiri terdiri dari berbagai unsur perangkat daerah, di antaranya Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP dan Linmas, BNPB, serta instansi terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Wonggeduku dapat menjadi salah satu desa terbaik di Kabupaten Konawe. Lebih dari itu, desa ini diharapkan mampu menjadi contoh dalam pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat bagi desa-desa lainnya.
Lomba desa ini juga diharapkan mampu mendorong semangat gotong royong, inovasi, serta kemandirian masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju dan sejahtera.
Arsamedia.com

Tidak ada komentar