LAUTAN TAKBIR DI DESA WONGGEDUKU: KEHANGATAN IDUL FITRI 1447 H SATUKAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Mar 2026 00:01 0 45 Admin

Konawe, Arsamedia.com —
Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Masjid As Sajadah, Desa Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan telah memadati masjid untuk bersama-sama merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Wonggeduku, Syawal Maid, S.Sos, yang hadir bersama jajaran pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang antusias mengikuti rangkaian ibadah Idul Fitri.

 

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai imam adalah Boby, sementara khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Herding selaku khatib.

Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang mengagungkan asma Allah SWT, menciptakan suasana haru yang menyentuh hati setiap jamaah. Momentum ini menjadi simbol kemenangan spiritual sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam khutbah pertamanya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ia menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah—kesucian hati dan jiwa.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ibadah puasa yang telah dijalankan selama Ramadhan memiliki tujuan mulia, yakni membentuk pribadi yang bertakwa, sabar, jujur, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut hendaknya tetap dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai setelah Ramadhan berlalu, semangat ibadah kita ikut memudar. Jadilah pribadi yang istiqamah dalam kebaikan,” pesan khatib di hadapan jamaah.

Pada khutbah kedua, khatib menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan dengan tulus serta menghilangkan segala bentuk kebencian dan permusuhan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Semangat berbagi yang telah dilatih selama bulan Ramadhan diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus berlanjut sepanjang tahun.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan penuh harap dan keikhlasan. Jamaah memohon agar seluruh amal ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT, serta diberikan keberkahan, kesehatan, dan kedamaian dalam menjalani kehidupan ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat Desa Wonggeduku semakin kuat. Idul Fitri menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

(Arsamedia.com)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA