Perkuat Literasi dan Pelestarian Budaya, JMSI Sultra Gandeng Balai Bahasa Bangun Sinergi Strategis

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Apr 2026 11:25 0 58 Admin

Arsamedia.com Sultra –
Upaya memperkuat literasi digital sekaligus menjaga kelestarian bahasa dan aksara daerah terus digencarkan oleh Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui audiensi bersama Kantor Balai Bahasa Provinsi (BBP) Sultra pada Kamis, 9 April 2026.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, yang akrab disapa Saldi, bersama jajaran pengurus. Rombongan JMSI Sultra disambut oleh Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, beserta staf.

Dalam kesempatan tersebut, Saldi menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret untuk membangun sinergi program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang literasi, pendidikan, serta pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, JMSI sebagai organisasi perusahaan media memiliki tanggung jawab moral dalam mendorong peningkatan kualitas literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Oleh karena itu, JMSI Sultra mengadopsi dua program unggulan dari JMSI pusat, yakni Aksara Digital dan JMSI Goes To School.

“Aksara Digital ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengangkat kembali aksara-aksara nusantara ke ruang digital agar tidak punah. Sementara JMSI Goes To School fokus pada edukasi literasi media dan jurnalistik kepada pelajar,” jelas Saldi.

Ia menambahkan, sinergi dengan Balai Bahasa menjadi sangat penting karena lembaga tersebut memiliki kewenangan dan kapasitas dalam pembinaan, pengembangan, serta pelestarian bahasa dan sastra daerah.

Lebih jauh, Saldi juga menyoroti potensi besar Sulawesi Tenggara dalam hal kekayaan budaya, khususnya aksara tradisional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Aksara Buton yang telah lama ada dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

“Ini adalah kekayaan yang tidak ternilai. Aksara Buton bukan hanya simbol komunikasi, tetapi juga jejak sejarah dan peradaban. Kalau tidak kita rawat bersama, bisa saja hilang ditelan zaman. Di sinilah peran kolaborasi menjadi penting,” tegasnya.

Melalui bidang potensi daerah, JMSI Sultra berkomitmen untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal, termasuk aksara dan bahasa daerah, melalui publikasi media serta kegiatan edukatif di masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, menyambut baik inisiatif JMSI tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan media, sangat strategis dalam memperluas jangkauan program kebahasaan dan kesastraan.

Dewi mengungkapkan bahwa saat ini Balai Bahasa Sultra tengah menjalankan sejumlah program prioritas, seperti pemetaan bahasa daerah, revitalisasi bahasa yang terancam punah, serta konservasi bahasa dan sastra lokal.

“Kami sedang melakukan pemetaan bahasa di berbagai wilayah di Sultra. Selain itu, ada juga program revitalisasi untuk bahasa-bahasa daerah yang mulai ditinggalkan generasi muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pelestarian bahasa dan aksara daerah saat ini adalah minimnya minat generasi muda serta kuatnya pengaruh budaya global. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kreatif dan adaptif, salah satunya melalui digitalisasi.

“Program seperti Aksara Digital ini sangat relevan. Jika dikemas dengan baik dan dipublikasikan secara luas melalui media, tentu akan lebih mudah diterima oleh generasi muda,” jelas Dewi.

Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan Balai Bahasa Sultra untuk berkolaborasi dengan JMSI dalam berbagai program ke depan. Bahkan, ia mencontohkan kerja sama yang telah terjalin dengan Bank Indonesia Perwakilan Sultra sebagai bentuk sinergi yang berhasil.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Selama itu bertujuan untuk kemajuan budaya, literasi, dan pendidikan, tentu akan kami dukung penuh,” tegasnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal dari kerja sama berkelanjutan antara JMSI Sultra dan Balai Bahasa Sultra. Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya meningkatkan literasi masyarakat, tetapi juga menjaga eksistensi bahasa dan aksara daerah di tengah perkembangan zaman.

Dengan kolaborasi yang solid antara media dan lembaga kebahasaan, Sulawesi Tenggara berpeluang besar menjadi salah satu daerah yang sukses dalam mengintegrasikan pelestarian budaya dengan kemajuan teknologi digital.(**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA