Deklarasi Tamalaki Laiwoi Sulawesi Tenggara: Menghidupkan Spirit Tolaki, Menjawab Tantangan Zaman

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 04:59 0 114 Admin

Arsamedia.com Sultra —
Gelora kebangkitan identitas lokal kembali menggema. Deklarasi Tamalaki Laiwoi Sulawesi Tenggara menjadi penanda lahirnya gerakan kolektif generasi Tolaki untuk bangkit, bersatu, dan mengambil peran strategis di tengah derasnya arus modernisasi.

 

Dipimpin langsung oleh Sendi Viola L, S.H., momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal konsolidasi kekuatan budaya dan karakter generasi muda Tolaki. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Tamalaki Laiwoi hadir sebagai ruang perjuangan nilai—bukan hanya organisasi formal.

“Ini adalah panggilan sejarah. Generasi Tolaki harus sadar akan jati dirinya, menjaga akar budayanya, dan pada saat yang sama tampil sebagai pelaku perubahan di daerah maupun tingkat nasional,” tegasnya.

Semangat pepokoasoa—nilai persatuan yang menjadi warisan leluhur—kembali ditegaskan sebagai fondasi utama gerakan ini. Di tengah ancaman lunturnya identitas akibat globalisasi, Tamalaki Laiwoi ingin menjadi benteng sekaligus motor penggerak.

Isman Semara, S.H., selaku Dewan Sara, menilai organisasi ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

“Ini bukan sekadar wadah berkumpul. Tamalaki Laiwoi adalah ruang kaderisasi—tempat lahirnya pemimpin yang berintegritas, solid, dan punya kepedulian terhadap budaya serta masyarakatnya,” ujarnya.

Deklarasi ini juga mendapat dukungan dari unsur pemerintahan. Pak Teli, perwakilan pemerintah setempat, menegaskan bahwa kehadiran Tamalaki Laiwoi merupakan langkah penting dalam membangun sinergi antara negara dan kekuatan sosial berbasis budaya.

“Generasi muda Tolaki harus menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah,” katanya.

Kehadiran tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen dalam deklarasi tersebut memperlihatkan besarnya harapan yang disematkan. Suasana khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan menjadi simbol bahwa Tamalaki Laiwoi tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari kebutuhan nyata akan penguatan identitas dan arah gerak generasi.

Ke depan, tantangan tidak ringan. Globalisasi, disrupsi teknologi, hingga krisis identitas menjadi ujian nyata. Namun Tamalaki Laiwoi memilih untuk tidak sekadar bertahan—melainkan tampil sebagai kekuatan yang adaptif dan progresif.

Deklarasi ini pun bukan akhir, melainkan awal dari sebuah gerakan panjang: melahirkan generasi Tolaki yang kokoh memegang adat, cerdas membaca zaman, dan berani bersaing di panggung global.

Satu pesan yang menguat dari deklarasi ini: Tolakipun bukan sekadar identitas, tetapi kekuatan.

.arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA