
Arsamedia.com Konawe Puriala —
Kegiatan Lomba PerseniJar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di Kecamatan Puriala berubah menjadi momen penuh kepanikan setelah salah satu peserta tiba-tiba jatuh tersungkur saat mengikuti pertandingan bulu tangkis. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 19 Desember 2025, dan menyisakan keprihatinan mendalam di kalangan peserta dan panitia.
Korban diketahui merupakan seorang guru asal Kecamatan Wonggeduku yang ikut ambil bagian dalam cabang olahraga bulu tangkis. Saat pertandingan sedang berlangsung dan memasuki fase permainan yang cukup intens, korban mendadak terjatuh di lapangan tanpa adanya benturan dengan pemain lain.
Melihat kejadian tersebut, pertandingan langsung dihentikan. Panitia, wasit, serta rekan-rekan peserta segera memberikan pertolongan pertama. Suasana yang sebelumnya meriah berubah tegang, sementara sejumlah peserta terlihat berusaha menenangkan diri dan membantu proses evakuasi.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, dugaan awal korban mengalami serangan jantung mendadak. Mengingat kondisi korban yang cukup mengkhawatirkan, panitia segera mengambil langkah cepat dengan merujuk korban ke Rumah Sakit Kabupaten untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa seluruh prosedur darurat langsung dijalankan begitu kejadian terjadi. Ambulans segera dihubungi, dan korban dibawa ke rumah sakit dalam waktu singkat. “Keselamatan peserta menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit terkait kondisi terkini korban. Namun, pihak keluarga dan rekan sejawat korban telah mendapatkan informasi dan terus memantau perkembangan kesehatannya.
Kegiatan PerseniJar PGRI sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi antar guru serta meningkatkan kebugaran jasmani melalui berbagai cabang olahraga. Meski insiden ini terjadi, panitia memastikan kegiatan tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal dan peningkatan pengawasan medis.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapan kesehatan dan pendampingan medis dalam setiap kegiatan olahraga, khususnya yang melibatkan peserta dengan rentang usia beragam. Banyak pihak berharap korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Laporan Redaksi

Tidak ada komentar