Gugus 5 Konawe Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Dorong Dampak Nyata BOS Kinerja 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 03:58 0 62 Admin

Arsamedia.com, Konawe – Gugus 5 satuan pendidikan di Kabupaten Konawe menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Tongauna tersebut diikuti perwakilan dari tujuh satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 5.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Adapun satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 5, yakni SMP Negeri 1 Tongauna, SDN 1 Waworoda, SDN 1 Sambaosu, SDN 2 Punggaluku, SDN Angohi, SDN Asolu, serta PKBM Sabandara.

Kegiatan Bimtek tersebut dibuka oleh Halim Haryono, S.H., M.AP., selaku Perencana pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe yang hadir mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Halim Haryono menyampaikan bahwa BOS Kinerja Terbaik 2026 dialokasikan kepada satuan pendidikan dengan capaian kinerja terbaik di masing-masing daerah berdasarkan indikator yang tercermin dalam Rapor Pendidikan, termasuk hasil Asesmen Nasional (AN) dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).

Menurutnya, program tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh satuan pendidikan penerima, karena tidak semua satuan pendidikan mendapatkan kesempatan memperoleh program BOS Kinerja Terbaik.

Ia menekankan, penggunaan dana dan program tersebut harus benar-benar diarahkan untuk memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar memenuhi kegiatan administratif.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi bagian penting dalam penggunaan dana BOS Kinerja, yakni penguatan literasi dan numerasi, penguatan digitalisasi pembelajaran, serta penguatan tata kelola satuan pendidikan.

Pada aspek penguatan literasi dan numerasi, satuan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dasar peserta didik melalui pemanfaatan buku nonteks dan alat peraga pembelajaran yang mendukung proses belajar.

Selanjutnya, penguatan digitalisasi pembelajaran diarahkan pada pemanfaatan perangkat digital dan berbagai platform interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar agar semakin efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Sementara pada aspek tata kelola satuan pendidikan, penguatan diarahkan melalui penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis data Rapor Pendidikan, sehingga perencanaan dan pengembangan sekolah dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata satuan pendidikan.

Halim juga berharap kegiatan Bimtek tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar ruang diskusi dan tanya jawab.

Menurutnya, kegiatan harus mampu menghasilkan dampak positif terhadap peningkatan layanan pendidikan, sekaligus menjadi ruang bagi satuan pendidikan untuk membangun kolaborasi dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran.

Ia juga berharap para peserta yang mengikuti Bimtek dapat mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan-rekan guru di satuan pendidikan masing-masing.

Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi dapat berkembang dan diterapkan secara lebih luas di lingkungan sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Gugus 5, Ratnawati, S.Pd., M.Pd., yang bersama para peserta mengikuti rangkaian kegiatan Bimtek.

Sementara itu, materi Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran disampaikan oleh Hj. Pirawati, S.Pd., M.Pd., selaku Fasilitator Daerah.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan interaktif serta mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.

Penguatan digitalisasi pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu memanfaatkan berbagai perangkat, aplikasi, dan sumber belajar digital secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pendidik dari berbagai satuan pendidikan untuk saling bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

Dengan adanya Bimtek tersebut, Gugus 5 diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi secara optimal, terarah, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Tongauna tersebut diikuti oleh perwakilan tujuh satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 5 Kabupaten Konawe.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA