
Arsamedia.com konawe –
Akses penghubung antara Desa Nambeaboru dan Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, kini mengalami kerusakan parah.
Jembatan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat dilaporkan sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga menghambat berbagai aktivitas warga.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat dari kedua desa untuk turun langsung melakukan gotong royong memperbaiki jembatan secara swadaya.
Dengan menggunakan alat dan bahan seadanya, warga berupaya memperbaiki bagian jembatan yang rusak agar bisa kembali digunakan, meskipun hanya untuk sementara waktu.
Salah seorang warga mengatakan bahwa kerusakan jembatan sudah cukup lama terjadi, namun hingga saat ini belum ada perbaikan permanen dari pihak terkait.
Akibatnya, masyarakat harus menghadapi kesulitan dalam beraktivitas, terutama dalam mengangkut hasil pertanian serta kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Nambeaboru, Justan, turut membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga di dua desa, sehingga kerusakannya sangat berdampak terhadap perekonomian dan mobilitas masyarakat.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat kami. Saat ini sudah tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga warga terpaksa bergotong royong melakukan perbaikan sementara agar tetap bisa digunakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen. Menurutnya, perbaikan darurat yang dilakukan masyarakat tidak akan bertahan lama jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Warga pun menyampaikan harapan yang sama, agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Dengan adanya perbaikan yang layak, diharapkan akses antara Desa Nambeaboru dan Desa Barowila dapat kembali normal dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Redaksi

Tidak ada komentar