Arti dan Makna Kemerdekaan Indonesia “Bagi Gerakan Pemuda Al Washliyah Sultra”

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Agu 2025 04:11 0 161 Admin

Arsamedia.com,
Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Sultra (GPA SULTRA) Muh Iksan saranani, mengikuti upacara perayaan HUT RI ke 80 tahun di pelataran kantor gubernur Sultra pada 17-08-2025, dalam moment ini Ketua GPA SULTRA bertemu para senior-seniornya di partai politik dan juga senior-senior aktivis serta penjabat daerah lainnya.

Dalam pertemuan singkat itu, banyak hal yang didiskusikan secara singkat penuh arti dan makna dari perjuangkan para pahlawan hingga sampai makna kemerdekaan untuk masyarakat Indonesia hari ini.

Ketua GPA SULTRA Muh Iksan Saranani, jika kita melihat arti kemerdekaan, secara administrasi dan wilayah, kedaulatan dan dunia kita telah merdeka. Namun sebaliknya Ketua GPA SULTRA Muh Iksan Saranani mengatakan dalam diskusi singkat itu, hari ini Republik Indonesia dan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya merdeka, jutaan masyarakat Indonesia yang hatinya tersakiti akibat ulah dan perilaku para penguasa di republik Indonesia yang kita cintai ini.

Masyarakat Indonesia belum menikmati sesungguhnya kemerdekaan ini, bahkan masyarakat Indonesia merasa terancam dan takut di negeri sendiri, sementara di satu sisi kemerdekaan Indonesia ini di rebut atas perjuangan dan persatuan masyarakat dalam mengusir penjajah, banyak nyawa dan harta yang mereka korbankan untuk Republik Indonesia ini.

Ketua GPA SULTRA Muh Iksan saranani, sampai hari ini negara kita Republik Indonesia, khusus pemerintah belum mampu dan bahkan TDK bisa menyelesaikan kasus dan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing, khususnya di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) banyak kasus dan permasalahan yang sedang di hadapi oleh masyarakat, dan kasus ini harus di selesaikan langsung oleh pemerintah dalam hal ini presiden Prabowo Subianto sebagai panglima tertinggi negara, namun sampai hari ini tak kunjung selesai, bahkan persoalan tersebut telah mamakan korban antar sesama masyarakat.

Kasus tersebut yaitu ada nya keributan antara beberapa perusahaan perkebunan yang masuk dan bahkan menyerobot serta mengambil lokasi tanah masyarakat yang sedang bertani dan berkebun yang nilainya ratusan hingga ribuan hektar tanah masyarakat yang menjadi tak jelas status penyelesaianya, di tambah kasus lainnya yaitu banyaknya tambang nikel ilegal di Sultra yang sampai hari ini bahkan terang-terangan melakukan aktivitas kegiatanya dan selanjutnya kasus korupsi di Sultra yang masih banyak belum di selesaikan bahwa mandek di perjalanan, seharusnya intrusi pemerintah pusat dalam hal ini presiden Prabowo Subianto, pemerintah daerah harus cepat di laksanakan tanpa pilih kasih.

Ketua GPA SULTRA Muh Iksan saranani, berharap moment kemerdekaan Indonesia yang ke 80 tahun ini, berharap kepada pemerintah khususnya kepada presiden Prabowo Subianto sebagai panglima tertinggi negara senantiasa diberikan kesehatan dilindungi oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas yang sangat berat ini agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik, sebab dulu kta berjuang dan berperang melawan penjajah yang datang di negeri kita ini, namun saat ini kta berjuang untuk melawan penjajah yang ada didalam negeri kita sendiri dan pengguasa kta sendiri yang sedang melaksanakan tugasnya sebagai pemerintah di wilayahnya masing-masing dan di lembaganya masing-masing.

Ketua GPA SULTRA Muh Iksan saranani, mendukung sepenuhnya langkah presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya presiden Prabowo Subianto berkomitmen dan bertekad untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Indonesia serta memberantas penyakit Bangsa kta yaitu korupsi dan penyalah gunaan wewenang yang dilakukan oleh para kepala Daerah kita.

Penulis: Muh Iksan saranani.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA