Modernisasi Pertanian Konawe, 21 Alsintan Dukung Produktivitas Petani

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Mar 2026 15:07 0 26 Admin

Arsamedia.com Konawe –
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan (BP) dan kelompok tani (poktan) di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Konawe, Jumat (27/3/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya dalam mendukung pengelolaan lahan sawah baru hasil program cetak sawah rakyat (CSR) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga Brigade Pangan yang menerima bantuan alsintan, yakni Brigade Pangan Silea yang mencakup wilayah Kecamatan Puriala, Brigade Pangan Bersahaja yang meliputi Kecamatan Wonggeduku, Wonggeduku Barat, dan Pondidaha, serta Brigade Pangan Berkarya yang berada di wilayah Kecamatan Unaaha dan Wawotobi.

Masing-masing Brigade Pangan menerima paket alsintan yang terdiri dari satu unit traktor roda empat (jonder), satu unit mesin panen padi (combine harvester), satu unit mesin pengolah tanah (rotavator), serta empat unit traktor roda dua (hand tractor). Secara keseluruhan, total alsintan yang disalurkan kepada Brigade Pangan mencapai 21 unit.

Selain itu, bantuan alsintan pra-panen juga diberikan kepada empat kelompok tani, yakni Poktan Polewali di Kecamatan Tongauna Utara, Poktan Bulawa dan Poktan Tawarolondo di Kecamatan Wonggeduku, serta Poktan Ambuundawaro di Kecamatan Wonggeduku Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe menegaskan bahwa bantuan alsintan tersebut bertujuan untuk menunjang produktivitas pertanian, khususnya dalam pengelolaan sekitar 2.000 hektare lahan sawah baru yang telah dicetak pada tahun 2025.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh penerima bantuan agar dapat menjaga dan memanfaatkan alsintan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, penggunaan alat perlu diatur agar tidak melebihi kapasitas ideal, yakni berkisar antara 150 hingga 200 hektare, guna menjaga umur pakai mesin tetap optimal.

“Jangan sampai ada oknum ketua kelompok yang menguasai alat sendirian. Ini bantuan untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yusran Akbar juga menegaskan bahwa alsintan yang telah disalurkan tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun. Pemerintah Kabupaten Konawe, kata dia, akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan guna memastikan pemanfaatan bantuan tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, jika produksi beras di Konawe terus meningkat, maka pemerintah akan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan tambahan demi peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Sebagai informasi, pada tahun 2026 target cetak sawah baru di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 14.000 hektare.

Kabupaten Konawe sendiri mengusulkan alokasi hingga 4.000 hektare, meningkat dua kali lipat dibanding capaian tahun 2025 yang mencapai 2.000 hektare.

Penyaluran bantuan alsintan tahap berikutnya direncanakan akan berlangsung sepanjang tahun 2026. Sementara itu, program tanam dalam skema CSR dijadwalkan mulai April 2026 dan akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA