
Arsamedia.com, KONAWE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe bersama sejumlah instansi vertikal, Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Amonggedo melaksanakan survei lapangan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Konawe Nomor 100.3.3.2/484 Tahun 2026 tentang Penunjukan Orang Tua Asuh pada Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten Konawe.
Survei dilakukan di wilayah pelayanan KUA Kecamatan Amonggedo dengan tujuan memverifikasi validitas data calon penerima manfaat sekaligus mengetahui secara langsung kondisi balita, ibu hamil, serta keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Melalui kegiatan ini, tim pelaksana dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat yang menjadi sasaran program. Dengan demikian, intervensi dan pendampingan yang diberikan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan keluarga penerima manfaat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe, H. Hasrun Taleo, menjelaskan bahwa Kemenag Konawe merupakan salah satu instansi vertikal yang ditunjuk dalam keputusan Bupati Konawe untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen Kemenag Konawe dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan angka stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Amonggedo.
Sebagai orang tua asuh, Kemenag Konawe diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang mengalami stunting maupun keluarga yang memiliki risiko stunting.
Langkah awal melalui survei lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa bantuan dan pendampingan nantinya diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
Selain memvalidasi data, kunjungan langsung ke lapangan juga memungkinkan tim melihat berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk keadaan keluarga dan kebutuhan dasar yang perlu mendapat perhatian.
Sinergi Lintas Instansi untuk Cegah Stunting
Program GENTING merupakan salah satu upaya kolaboratif untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak terhadap persoalan stunting. Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, instansi vertikal, serta unsur masyarakat agar upaya pencegahan dapat menjangkau keluarga sasaran secara lebih luas.
Keterlibatan Kemenag Konawe dalam program ini menunjukkan bahwa upaya membangun generasi yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor.
Melalui koordinasi dan kerja sama antarlembaga, diharapkan keluarga berisiko stunting dapat memperoleh perhatian yang memadai, sementara anak-anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pencegahan stunting sendiri memerlukan perhatian sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan anak. Pemenuhan gizi, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan pemahaman keluarga mengenai pola asuh dan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, pendataan yang akurat dan pemantauan langsung terhadap kondisi keluarga sasaran menjadi langkah strategis agar pelaksanaan program tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui survei lapangan di wilayah pelayanan KUA Kecamatan Amonggedo, Kemenag Konawe menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Program GENTING sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Ke depan, pelaksanaan program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kemenag Konawe dan instansi terkait dalam memberikan perhatian kepada balita, ibu hamil, serta keluarga berisiko stunting di Kabupaten Konawe.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar