
Arsamedia.com Konawe –
Penampilan kolaborasi musik bambu yang melibatkan delapan sekolah di Kabupaten Konawe dipastikan menjadi salah satu sajian utama dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Ratusan pelajar akan menampilkan harmoni musik tradisional yang dipadukan dengan atraksi formasi untuk menyambut para tamu dan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Koordinator Musik Bambu, Nurdiman L., S.Sos, mengatakan persiapan penampilan telah dilakukan secara maksimal melalui latihan rutin yang melibatkan peserta dari berbagai sekolah. Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya untuk menyemarakkan pembukaan MTQ, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan seni budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Ia menjelaskan, pada penampilan nanti para peserta akan membawakan tiga lagu daerah yang telah dipilih karena memiliki makna budaya dan menggambarkan identitas masyarakat Konawe.
“Untuk lagu yang akan kami mainkan yaitu Peiya Tawa-Tawa, Lipu Wuta i Konawe, dan lagu ketiga Sayang-Sayang. Ketiga lagu ini dipilih sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus dipersembahkan kepada para tamu dan kafilah MTQ yang datang ke Konawe,” ujar Nurdiman saat diwawancarai.
Menurutnya, kolaborasi musik bambu ini merupakan bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Konawe dalam menampilkan potensi seni budaya lokal pada ajang MTQ tingkat provinsi.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah diharapkan mampu menjadikan musik bambu sebagai salah satu ikon budaya yang membanggakan Kabupaten Konawe.
“Melalui kolaborasi ini, musik bambu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang melibatkan generasi muda. Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional masih hidup, berkembang, dan dicintai oleh para pelajar,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Musik Bambu SDN 1 Unaaha, Salna, S.Pd.Gr, mengungkapkan bahwa SDN 1 Unaaha menjadi sekolah dengan jumlah peserta terbanyak dalam kolaborasi tersebut.
“Untuk peserta dari SDN 1 Unaaha berjumlah 52 orang. Sedangkan dari sekolah dasar lainnya berkisar antara 30 hingga 36 peserta,” jelasnya.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut melibatkan delapan sekolah yang terdiri atas tujuh sekolah dasar di Kabupaten Konawe dan satu sekolah menengah pertama dari Kecamatan Abuki. Seluruh peserta dipadukan menjadi satu tim besar agar mampu menghadirkan penampilan yang kompak, harmonis, dan memukau.
Menurut Salna, latihan kolaborasi lintas sekolah seperti ini menjadi pengalaman baru sekaligus sejarah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Konawe. Selain menjadi bagian dari rangkaian pembukaan MTQ XXXII, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antar sekolah dan menjadi wadah pembinaan karakter melalui seni budaya.
Tidak hanya menyuguhkan alunan musik bambu yang harmonis, para peserta juga akan menampilkan formasi visual yang menarik. Ratusan pelajar akan membentuk tulisan “MTQ XXXII” sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan tamu undangan yang menyaksikan pembukaan MTQ.
Salna juga menjelaskan bahwa perkembangan musik bambu di Kabupaten Konawe terus mengalami kemajuan. Hal itu dibuktikan dengan penyelenggaraan Lomba Musik Bambu se-Kabupaten Konawe pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Konawe tahun 2026, di mana SDN 1 Unaaha berhasil meraih Juara I.
Selain berprestasi di tingkat kabupaten, SDN 1 Unaaha juga pernah tampil pada kegiatan musik bambu tingkat Sulawesi Tenggara yang digelar di Museum Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara pada November 2025 bersama peserta dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari.
Prestasi tersebut semakin lengkap karena Sanggar Seni Musik Bambu SDN 1 Unaaha telah dua kali melakukan pengambilan video bersama RRI dan TVRI Stasiun Makassar pada tahun 2025. Kegiatan itu menjadi bukti bahwa seni musik bambu Konawe mulai mendapat perhatian lebih luas dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai identitas budaya daerah.
Dengan persiapan yang telah dilakukan selama beberapa pekan, kolaborasi delapan sekolah ini diharapkan menjadi salah satu penampilan terbaik dalam pembukaan MTQ XXXII Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain menghibur para tamu dan kafilah, pertunjukan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Konawe serta menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah yang terus dijaga dan dilestarikan.
Arsamedia

Tidak ada komentar