
Arsamedia.com Konawe –
Pemerintah Desa Dawi-Dawi, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, secara resmi menerima sebanyak 12 mahasiswa Semester VI Akademi Kebidanan Konawe yang akan melaksanakan Program Praktik Klinik Kebidanan Komunitas (PKK) Desa selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juni 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari kalender akademik Akademi Kebidanan Konawe yang wajib diikuti mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan, meningkatkan keterampilan profesi, serta mengasah kemampuan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi kebidanan yang dimiliki.
Penempatan mahasiswa di Desa Dawi-Dawi merupakan hasil kerja sama antara Akademi Kebidanan Konawe dengan pemerintah desa sebagai mitra dalam mendukung pelaksanaan pendidikan vokasi yang berbasis praktik dan pengabdian kepada masyarakat.
Selama berada di lokasi praktik, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kebidanan komunitas. Kegiatan tersebut meliputi edukasi kesehatan kepada masyarakat, penyuluhan mengenai kesehatan ibu dan anak, pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya yang menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan Program Praktik Klinik Kebidanan Komunitas ini berada di bawah bimbingan langsung dosen dan pimpinan Akademi Kebidanan Konawe, yaitu:
Bdn. Pebrianti, S.S.T., M.Keb. selaku Direktur Akademi Kebidanan Konawe.
Murti Wuriani, S.Si.T., M.Kes. selaku Pembantu Direktur I.
Arni Evayanti, S.S.T., M.Kes. selaku Bidang Akademik.
Bdn. Siti Umu Nasibah, S.Tr.Keb., M.Kes. selaku Pembantu Direktur II.
Kehadiran para pembimbing diharapkan mampu memberikan arahan kepada mahasiswa agar pelaksanaan praktik berlangsung sesuai standar akademik dan etika profesi kebidanan.
Kepala Desa Dawi-Dawi, Lidiawati, S.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan praktik di wilayahnya. Ia menyatakan Pemerintah Desa siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat datang kepada adik-adik mahasiswa Akademi Kebidanan Konawe. Selamat bekerja dan semoga dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki bersama masyarakat Desa Dawi-Dawi.
Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu memberikan edukasi kesehatan dan menjadi pengalaman berharga sebelum nantinya terjun sebagai tenaga kesehatan profesional,” ujar Lidiawati.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa. Selain menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai pola hidup sehat, kesehatan ibu dan anak, gizi keluarga, hingga pencegahan penyakit.
Program Praktik Klinik Kebidanan Komunitas juga menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung dalam kehidupan masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan profesional.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman lapangan yang lebih luas, meningkatkan kemampuan komunikasi dengan masyarakat, serta memahami kondisi kesehatan yang ada di lingkungan pedesaan. Di sisi lain, masyarakat Desa Dawi-Dawi diharapkan memperoleh manfaat melalui berbagai edukasi dan pelayanan kesehatan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Sinergi antara Akademi Kebidanan Konawe, Pemerintah Desa Dawi-Dawi, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah bersama dalam mencetak tenaga bidan yang kompeten, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe.
Arsamedia.

Tidak ada komentar