
Arsamedia.com Konawe–
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mencatat capaian menggembirakan dalam perkembangan ekonomi daerah. Berdasarkan rilis terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026, Konawe tercatat sebagai kabupaten dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Rilis data tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi yang berlangsung di ruang rapat BPS Kabupaten Konawe, Rabu (1/4/2026), dengan dihadiri sejumlah pejabat penting lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.
Inflasi Rendah, Stabilitas Harga Terjaga
Dalam pemaparan BPS, tercatat bahwa:
Indeks Harga Konsumen (IHK): 111,14
Inflasi tahunan (year on year / y-on-y): 1,81 persen
Inflasi bulanan (month to month / m-to-m): 1,14 persen
Angka ini menempatkan Konawe sebagai daerah dengan inflasi paling rendah di antara kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa stabilitas harga barang dan jasa di Konawe masih terjaga, meskipun dinamika kenaikan harga tetap terjadi pada sejumlah komoditas.
Kegiatan rilis IHK ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah yang memiliki peran penting dalam pengendalian ekonomi, di antaranya:
Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, SP., MH
Kepala Bappeda Konawe, Sriyani, SE., M.Si
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Abdul Hasim, SP., M.Si
Kabag Ekonomi Setda Konawe, Indra Tinggoa, S.Si., M.Si
Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan bahwa data inflasi menjadi salah satu acuan utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah.
Meski mencatat inflasi terendah, kondisi ini tidak serta-merta membuat pemerintah daerah lengah. Tekanan harga masih berpotensi terjadi, terutama pada sektor kebutuhan pokok dan energi rumah tangga yang kerap menjadi pemicu inflasi.
Namun secara umum, rendahnya inflasi mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif stabil, sekaligus menunjukkan efektivitas langkah pengendalian harga yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Pengendalian inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah. Dengan inflasi yang rendah dan terkendali, masyarakat tidak terlalu terbebani oleh lonjakan harga, sementara pelaku usaha tetap memiliki ruang untuk berkembang.
Kondisi ini juga menjadi peluang bagi Konawe untuk memperkuat daya saing ekonomi di tingkat regional, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dengan capaian IHK sebesar 111,14 dan inflasi tahunan 1,81 persen, Kabupaten Konawe berhasil mencatatkan diri sebagai daerah dengan inflasi terendah di Sulawesi Tenggara pada Maret 2026.
Stabilitas ini menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian harga yang diterapkan berjalan efektif.
Arsamedia.com

Tidak ada komentar