
Arsamedia.com. Konawe — Sejumlah guru honorer di SDN 2 Karya Mulya di kelurahan amonggedo baru kecamatan amonggedo kabupaten Konawe dikabarkan menerima honor yang diduga hanya sebesar Rp 200 ribu dalam kurun waktu enam bulan. Informasi ini mencuat setelah beberapa tenaga pendidik menyampaikan keluhan terkait rendahnya pendapatan yang mereka terima dibandingkan beban kerja yang dijalankan sehari-hari.
Menurut keterangan yang beredar, honor tersebut jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih bagi para guru yang mengajar hampir setiap hari dengan jam kerja yang sama seperti guru ASN. Para guru honorer mengaku tetap menjalankan tugas sebagai pendidik dengan penuh tanggung jawab, meski pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan pengabdian mereka.
Seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa honor minim tersebut sudah terjadi cukup lama. “Kami bekerja seperti biasa, mengajar penuh, tetapi honornya hanya keluar enam bulan sekali dan jumlahnya sekitar dua ratus ribu rupiah. Sangat berat,” ujarnya.
Pihak sekolah hingga saat ini belum memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme pembayaran honor, sumber anggaran, maupun alasan di balik kecilnya nominal yang diterima guru honorer. Sementara itu, orang tua siswa dan masyarakat berharap adanya kejelasan dari dinas pendidikan terkait persoalan ini.
Aktivis pendidikan di wilayah tersebut menilai bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Mereka mendorong pemerintah daerah untuk turun tangan dan memastikan kesejahteraan guru honorer terpenuhi. “Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Mereka tidak boleh diperlakukan seperti ini,” kata salah satu pemerhati pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat. Masyarakat menunggu adanya penjelasan dan solusi agar hak para guru honorer dapat terpenuhi secara layak.
laporan : Arsam

Tidak ada komentar