Inspiratif! ASN di Konawe Sulap Pekarangan Rumah Jadi Kebun Timun, Sudah Panen Tujuh Kali

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Mar 2026 08:35 0 95 Admin

Arsamedia.com Konawe –
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kantor Camat Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, menunjukkan kisah inspiratif dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk kegiatan pertanian.

ASN tersebut adalah Sutami, SE, yang sehari-hari menjalankan tugas sebagai pegawai di kantor camat. Meski memiliki kesibukan sebagai abdi negara, ia tetap meluangkan waktu untuk bekerja di sektor pertanian dengan menanam timun di sekitar rumahnya.

Usai menyelesaikan tugas di kantor, Sutami biasanya langsung menuju kebun kecil miliknya yang berada di samping rumahnya di Desa Tetewonua, Kecamatan Wonggeduku Barat.

Di lahan pekarangan tersebut, ia menanam tanaman timun yang kini mulai memberikan hasil yang cukup menggembirakan.

Menurut Sutami, awalnya lahan tersebut hanyalah pekarangan kosong yang tidak dimanfaatkan dan hanya ditumbuhi rumput liar.

Ia kemudian memiliki ide untuk memanfaatkan lahan itu agar bisa memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

“Saya terinspirasi memanfaatkan lahan pekarangan yang berada di samping rumah. Daripada lahan itu kosong dan ditumbuhi rumput, lebih baik saya tanami timun,” ujar Sutami saat ditemui, Kamis (12/3/2026).

Dengan ketekunan dan perawatan yang rutin, tanaman timun yang ia tanam akhirnya tumbuh dengan baik. Bahkan hingga saat ini, ia telah berhasil melakukan panen sebanyak tujuh kali.

Dalam satu kali panen, hasil yang diperoleh berkisar antara 11 hingga 12 karung timun. Hasil panen tersebut kemudian dijual ke pasar lokal maupun kepada pengepul yang datang langsung ke lokasi.

Pendapatan dari hasil penjualan timun tersebut menjadi tambahan penghasilan bagi keluarganya di luar gaji sebagai ASN.

Sutami mengaku bahwa kegiatan bertani ini tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi kegiatan positif yang mengisi waktu luangnya setelah bekerja di kantor.

“Setelah pulang kerja dari kantor, saya biasanya langsung ke kebun untuk merawat tanaman. Selain menambah penghasilan, kegiatan ini juga membuat saya lebih produktif,” katanya.

Menurutnya, bercocok tanam tidak harus selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara maksimal, siapa pun dapat memulai usaha pertanian skala kecil.

Ia berharap pengalaman yang dilakukannya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya para pegawai maupun warga desa, agar tidak membiarkan lahan kosong di sekitar rumah menjadi tidak produktif.

“Kalau kita rajin dan mau mencoba, lahan kecil pun bisa menghasilkan. Yang penting kita manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Kisah Sutami menjadi contoh nyata bahwa dengan kreativitas dan kemauan untuk bekerja keras, lahan pekarangan rumah pun dapat diubah menjadi sumber penghasilan yang bermanfaat bagi keluarga.

Selain itu, langkah yang dilakukan Sutami juga sejalan dengan upaya pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Melalui kegiatan sederhana seperti menanam sayuran di pekarangan rumah, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga. 🌱

Laporan : Arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA