Kapus Wonggeduku Barat Genjot Pemeriksaan Gratis dan Deteksi Dini, Targetkan Kasus TBC Turun di Wilayahnya

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Mar 2026 03:17 0 147 Admin

Arsamedia.com Konawe –
Kepala Puskesmas Wonggeduku Barat, Minsismiarti, S.KM, menegaskan komitmennya untuk menekan angka penderita Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kecamatan Wonggeduku Barat melalui berbagai program kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, deteksi dini, hingga pengawasan ketat terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan.

Minsismiarti yang baru dilantik sebagai Kepala Puskesmas Wonggeduku Barat menyampaikan bahwa penyakit TBC saat ini menjadi salah satu perhatian utama di bidang kesehatan masyarakat.

Hal tersebut karena penyakit menular tersebut masih ditemukan di beberapa wilayah dan membutuhkan penanganan serius serta kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Menurutnya, upaya penanganan TBC tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga melalui pendekatan edukasi dan pemeriksaan secara aktif kepada masyarakat.

“Kami berharap jumlah penderita TBC di Kecamatan Wonggeduku Barat dapat terus menurun. Oleh karena itu, pencegahan dini dan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting agar penyakit ini tidak semakin menyebar,” ujar Minsismiarti.

Ia juga menegaskan bahwa program penanganan dan pengobatan TBC yang dilaksanakan oleh Puskesmas Wonggeduku Barat sejalan dengan program Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat sistem kesehatan masyarakat di tingkat daerah.

Dalam upaya mendeteksi penderita TBC secara lebih cepat, petugas Puskesmas Wonggeduku Barat secara aktif turun ke lapangan untuk melakukan berbagai kegiatan kesehatan. Di antaranya adalah melaksanakan screening kesehatan, deteksi dini, penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan TBC.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan kontak terhadap keluarga atau orang yang sering berinteraksi dengan penderita TBC.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada penularan dalam lingkungan sekitar pasien.

Tidak hanya itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur agar proses pengobatan berjalan dengan baik hingga sembuh.

Pengawasan ini sangat penting karena pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan tinggi dan harus dilakukan secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Puskesmas Wonggeduku Barat, saat ini terdapat 10 orang penderita TBC di wilayah Kecamatan Wonggeduku Barat yang sedang menjalani proses pengobatan melalui program TOSS TB.

Selain fokus pada penanganan penyakit menular, Puskesmas Wonggeduku Barat juga terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu yang tersebar di berbagai desa.

Program Posyandu tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), serta bidang sosial.

Di wilayah Kecamatan Wonggeduku Barat sendiri terdapat 14 desa dengan total 15 Posyandu yang aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dari jumlah tersebut, tercatat 4 desa yang telah siap menjalankan program SPM, yakni Desa Tobimeito, Desa Wonggeduku, Desa Lambangi, dan Desa Ranotundobu.

Keempat desa tersebut dinilai telah memiliki kesiapan yang baik karena kader-kader Posyandu sudah tersedia dan siap menjalankan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam membantu pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam kegiatan pemantauan kesehatan ibu dan anak, pemberian edukasi kesehatan, hingga membantu deteksi dini berbagai penyakit di lingkungan masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, Puskesmas Wonggeduku Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat.

Selain itu, diharapkan pula angka penyebaran penyakit menular, khususnya TBC, dapat ditekan sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.

Minsismiarti juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mengarah pada penyakit TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC. Pemeriksaan lebih awal akan membantu proses pengobatan menjadi lebih cepat dan mencegah penularan kepada orang lain,” pungkasnya.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA