Kepala Kemenag Konawe Buka Workshop Implementasi Kurikulum Pembelajaran Mendalam Terintegrasi KBC

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 03:21 0 11 Admin

Arsamedia.com, Konawe — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe, H. Hasrun Taleo, membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Pembelajaran Mendalam Terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di Gedung MTs Darul Ulum Routa, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para guru dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Routa. Turut hadir Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe serta para kepala madrasah dan kepala RA di lingkungan Darul Ulum Routa.

Dalam sambutannya, H. Hasrun Taleo menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam keberhasilan implementasi kurikulum di satuan pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan pemahaman guru terhadap arah kebijakan pembelajaran menjadi hal penting yang harus terus dilakukan.

Menurutnya, penerapan Kurikulum Pembelajaran Mendalam yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan materi pembelajaran. Lebih dari itu, proses pendidikan diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik melalui penanaman nilai-nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, toleransi, serta akhlak mulia.

“Guru bukan hanya bertugas menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan akhlak mereka. Nilai-nilai cinta dan kasih sayang harus hadir dalam proses pembelajaran,” ujar Hasrun.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan lembaga pendidikan di wilayah Routa yang secara geografis berada di daerah yang relatif terpencil. Menurutnya, kondisi wilayah tidak boleh menjadi penghalang bagi madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan peserta didik yang berprestasi.

Hasrun menyampaikan bahwa pendidikan di daerah terpencil tetap harus mendapatkan perhatian dan dukungan agar para siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Walaupun Routa merupakan daerah terpencil, pendidikan tetap menjadi perhatian utama. Kondisi wilayah bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Justru dengan semangat dan kerja sama seluruh tenaga pendidik, madrasah di Routa dapat melahirkan siswa-siswa yang berprestasi,” katanya.

Ia berharap para peserta workshop dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan menjadikan workshop tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang lebih bermakna.

Implementasi Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat mendorong guru menciptakan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mampu membangun pemahaman, karakter, dan keterampilan peserta didik.

Sementara integrasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan semakin memperkuat pembentukan karakter peserta didik di lingkungan madrasah. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui keteladanan guru, hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didik, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Workshop ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperkuat pemahaman mengenai penerapan kurikulum dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kompetensi guru RA, MTs, dan MA Darul Ulum Routa semakin meningkat sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan pendidikan saat ini.

Kementerian Agama Kabupaten Konawe melalui kegiatan penguatan kompetensi tersebut terus mendorong satuan pendidikan madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pendidikan karakter.

Dengan kolaborasi antara kepala madrasah, guru, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, implementasi Kurikulum Pembelajaran Mendalam yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik maupun karakter peserta didik di Madrasah Darul Ulum Routa.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA