Gugus 3 Konawe Gelar Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran melalui BOS Kinerja 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 01:37 0 22 Admin

Arsamedia.com, Konawe Gugus 3 Kabupaten Konawe menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran sekaligus memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam mengelola program dan anggaran pendidikan secara tepat dan akuntabel.

Bimtek tersebut diikuti perwakilan dari sejumlah satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 3. Peserta berasal dari tujuh sekolah dan satu lembaga pendidikan, yakni SD Negeri 2 Wonggeduku, SD Negeri 2 Karyasari, PKBM Kalosara, SD Negeri 1 Wawolemo, SMP Negeri 1 Amonggedo, SD Negeri 1 Karyamulia, dan SD Negeri 1 Margakarya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Gugus 3, Sarlija, S.Pd., serta Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Hj. Nurjaya, S.E., M.M., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Bertindak sebagai pemateri dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) adalah Kartini, S.Si., M.Si. Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan pemahaman dan penguatan kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran serta pengelolaan program BOS Kinerja.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Hj. Nurjaya menyampaikan bahwa Bimtek tersebut memiliki arti penting dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan satuan pendidikan, khususnya dalam perencanaan dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) BOSP.

Menurutnya, perencanaan dan penggunaan dana pendidikan harus dilaksanakan secara tepat sasaran, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Pengelolaan dana BOSP bukan hanya berkaitan dengan bagaimana membelanjakan anggaran, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memahami ketentuan dan mekanisme penyusunan RAB BOSP serta mampu menyusun perencanaan anggaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas masing-masing satuan pendidikan.

Selain itu, peserta juga diharapkan mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

“Predikat Kinerja Terbaik hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai sebuah penghargaan, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekolah. Perencanaan yang baik harus didukung dengan pelaksanaan yang tertib serta pelaporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Nurjaya juga mengimbau seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi, termasuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan kesempatan bagi satuan pendidikan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dari para narasumber, sehingga implementasi program dapat berjalan sesuai tujuan.

Sementara itu, penguatan digitalisasi pembelajaran dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi pembelajaran di lingkungan sekolah. Para tenaga pendidik dibekali wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kompetensi digital guru, terutama dalam menyusun bahan ajar dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan variatif.

Selain bagi guru, digitalisasi pembelajaran juga diharapkan dapat mendorong peserta didik menjadi lebih aktif dan mandiri dalam proses belajar dengan memanfaatkan sarana dan sumber belajar digital secara tepat.

Kepala SMP Negeri 1 Amonggedo, Rastina, S.Pd., selaku tuan rumah kegiatan, turut mendukung pelaksanaan Bimtek tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Gugus 3 Kabupaten Konawe diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi antarsatuan pendidikan serta membangun budaya pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dengan penguatan kapasitas guru dan pengelola satuan pendidikan serta pemanfaatan teknologi secara optimal, program BOS Kinerja Tahun 2026 diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan dan peserta didik di Kabupaten Konawe.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA