Pemdes Wonggeduku Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 08:55 0 9 Admin

Arsamedia.com, Konawe
Pemerintah Desa Wonggeduku, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Assajadah Desa Wonggeduku, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Benyamin Tosepu, S.Ag. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengamalkan ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Benyamin menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali mengetuk hati dan mengingat perjuangan Rasulullah Muhammad SAW.

Hari ini Tuhan mengetuk hati kita untuk melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya dalam tausiah.

Nabi Muhammad SAW Rahmat bagi Seluruh Alam

Dalam ceramahnya, Ustadz Benyamin menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk rahmat Allah SWT bagi seluruh alam. Karena itu, umat Islam hendaknya tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga memahami misi dan perjuangan beliau dalam membawa manusia kepada jalan kebaikan.

Selain itu, ia juga menyampaikan firman Allah SWT

“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.”

Ayat tersebut, kata Ustadz Benyamin, dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas karunia dan rahmat Allah SWT.

Ia menekankan bahwa ayat tersebut tidak secara khusus memerintahkan perayaan Maulid Nabi. Namun, kandungannya dapat menjadi salah satu landasan untuk memahami pentingnya bersyukur atas rahmat dan karunia Allah SWT.

Ustadz Benyamin juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.”

Menurutnya, Maulid Nabi dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak shalawat, mengenang perjuangan Rasulullah SAW, mempelajari akhlak beliau, serta berusaha menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak menyebut secara khusus perintah untuk “merayakan Maulid Nabi”. Namun, Al-Qur’an memberikan tuntunan mengenai kecintaan kepada Rasulullah SAW, bersyukur atas rahmat Allah SWT, bershalawat kepada Nabi, serta meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah.

Sementara itu, Kepala Desa Wonggeduku, Syawal Maid, S.Sos, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Maulid Nabi harus memiliki hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Maulid Nabi ini ada hikmah yang kita petik dalam kegiatan ini, bukan hanya sekadar seremoni,” ujar Syawal Maid.

Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat Desa Wonggeduku sekaligus mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kasih sayang, persaudaraan, kepedulian dan keteladanan, sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Desa Wonggeduku.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Assajadah tersebut turut dihadiri Ketua Pembangunan Masjid Assajadah H. Rohi Limabo, SE, Imam Desa Wonggeduku Jaya Tutuki dan Syafiudin Gelo.

Hadir pula Ketua PKK Desa Wonggeduku beserta anggota, Ridnayatin, Ketua Majelis Taklim Berlian, S.Pd., M.Pd., anggota BPD Desa Wonggeduku H. Sutijab, S.Pd., M.Pd., aparat Pemerintah Desa Wonggeduku, serta Ketua Dasawisma se-Desa Wonggeduku.

Selain itu, kegiatan dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh agama, alim ulama, serta masyarakat Desa Wonggeduku.

Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Wonggeduku berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama.

Laporan: Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA