Ketua Yayasan SPPG Desa Puday Tegaskan Dapur MBG Gunakan Bahan Non-Subsidi, Korwil BGN Dorong Pemberdayaan Petani dan UMKM Lokal

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Jul 2026 04:44 0 14 Admin

Arsamedia.com, Konawe –
Ketua Yayasan SPPG Desa Puday, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, Irman, menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penggunaan bahan pangan berkualitas, pengelolaan yang transparan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan demi mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya, Irman menjelaskan bahwa dapur SPPG telah beroperasi melayani para penerima manfaat sesuai kuota yang telah ditetapkan. Setiap hari, tim dapur menyiapkan makanan bergizi dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kecukupan gizi agar makanan yang disajikan layak dikonsumsi.

Ia mengatakan, seluruh bahan pangan seperti beras, minyak goreng, telur, daging, ikan, sayuran, dan kebutuhan lainnya diperoleh dari pemasok yang memenuhi persyaratan. Proses pengadaan dilakukan dengan mengedepankan kualitas, ketersediaan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Irman juga menegaskan bahwa dapur SPPG tidak menggunakan barang bersubsidi, seperti beras SPHP, minyak goreng MinyaKita, maupun LPG 3 kilogram dalam kegiatan operasionalnya. Seluruh kebutuhan dipenuhi melalui jalur pengadaan non-subsidi sehingga tidak mengganggu distribusi barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap proses pembelian bahan pangan didokumentasikan melalui nota, faktur, dan dokumen pendukung lainnya. Seluruh dokumen tersebut disimpan secara tertib dan siap diperlihatkan apabila diperlukan dalam proses verifikasi maupun audit oleh instansi yang berwenang.

Untuk menjaga kualitas makanan, dapur SPPG menerapkan pengawasan secara menyeluruh mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan siap didistribusikan kepada penerima manfaat. Kebersihan dapur, peralatan memasak, serta kesehatan para petugas juga menjadi perhatian utama.

Selain pengawasan internal yang dilakukan setiap hari oleh penanggung jawab dapur bersama tim pengelola, operasional SPPG juga terbuka terhadap monitoring dan evaluasi dari Badan Gizi Nasional maupun instansi pemerintah terkait guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar program.

Irman menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam penggunaan bahan baku maupun proses operasional, pihak yayasan siap melakukan evaluasi, perbaikan, dan menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari pihak yang berwenang.

Menurutnya, tantangan dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan berkualitas tanpa menggunakan barang bersubsidi memang masih ada, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Namun demikian, pihaknya terus berupaya menjaga kualitas layanan melalui kerja sama yang baik dengan para pemasok serta perencanaan pengadaan yang matang.

Ia menambahkan bahwa porsi makanan, kandungan gizi, dan jumlah makanan yang didistribusikan selalu mengacu pada pedoman teknis Program Makan Bergizi Gratis agar seluruh penerima manfaat memperoleh asupan gizi yang layak sesuai ketentuan pemerintah.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah, SH, mengatakan pihaknya menindaklanjuti arahan pimpinan pusat untuk memberdayakan petani lokal, pelaku UMKM, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra utama dalam memenuhi kebutuhan bahan baku SPPG.

“Tujuan kami adalah memperkuat keberadaan SPPG sekaligus memastikan tidak ada monopoli dalam penyediaan bahan baku. Karena itu kami mengajak seluruh petani agar tidak ragu menanam hasil pertaniannya. Pihak SPPG siap membeli hasil produksi mereka sesuai kebutuhan program,” ujarnya.

Nopri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung program ini. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawasi pelaksanaan Program MBG. Apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai, silakan melaporkannya kepada Korwil BGN maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe agar dapat dievaluasi dan diperbaiki bersama,” tutupnya.

Dengan komitmen terhadap transparansi, penggunaan bahan pangan non-subsidi, serta pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal, SPPG Desa Puday diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis yang akuntabel, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Laporan: Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA