Pelatihan Manajerial Brigade Pangan Konawe Utara Digelar, Siapkan Petani Milenial Handal Dukung Swasembada Pangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Jul 2026 09:14 0 38 Admin

Arsamedia.com Konawe Utara – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) kembali menggelar Pelatihan Manajerial Brigade Pangan tingkat Kabupaten Konawe Utara, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Distanak Konawe Utara ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas petani milenial sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Konawe Utara, Ir. Sadeli, dan dihadiri oleh para kepala bidang, ketua tim kerja, kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh pendamping, serta pengurus Brigade Pangan dari berbagai kecamatan, yakni Brigade Pangan Sukses Bersama Kecamatan Asera, Brigade Pangan Oheo Bersatu Kecamatan Oheo, dan Brigade Pangan Tiga Serangkai Kecamatan Sawa.

Dalam sambutannya, Ir. Sadeli menegaskan bahwa pembentukan Brigade Pangan tidak hanya bertujuan untuk mengoperasikan dan mengelola bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) agar tetap produktif secara berkelanjutan.

Menurutnya, apabila masyarakat tidak mampu melanjutkan kegiatan budidaya padi di lahan CSR yang telah dicetak pemerintah, maka Brigade Pangan diharapkan mampu mengambil alih pengelolaan lahan tersebut sehingga potensi produksi pangan tetap terjaga.

 

“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak pertanian modern. Tidak hanya menguasai penggunaan alsintan, tetapi juga mampu mengelola lahan secara profesional sehingga lahan cetak sawah yang telah dibangun pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ir. Sadeli menjelaskan, pada tahun 2025 Kabupaten Konawe Utara telah berhasil mencetak lahan sawah baru seluas 316 hektare dari target 500 hektare. Pemerintah daerah juga kembali mengusulkan program cetak sawah baru seluas 300 hektare pada Tahun Anggaran 2026 guna meningkatkan luas areal tanam dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Dengan jumlah penduduk Konawe Utara yang mencapai sekitar 70 ribu jiwa, peningkatan produksi padi dinilai menjadi kebutuhan penting agar daerah mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus berkontribusi terhadap target swasembada pangan nasional.

Pembentukan Brigade Pangan sendiri merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mempercepat modernisasi pertanian berbasis petani milenial. Setiap brigade beranggotakan 15 petani muda yang akan mengelola lahan sekitar 200 hektare dengan dukungan berbagai bantuan alsintan.

Berbagai peralatan modern yang disiapkan pemerintah di antaranya traktor roda dua (TR2), traktor roda empat (TR4), rotavator, combine harvester, hingga pompa air. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, menekan biaya produksi, serta meningkatkan hasil panen petani.

Selama tiga hari pelaksanaan pelatihan, para peserta akan memperoleh materi mengenai tata kelola organisasi Brigade Pangan, administrasi kelembagaan, pengelolaan keuangan, penyusunan laporan pertanggungjawaban, hingga strategi pengembangan usaha pertanian yang profesional dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan para pengurus Brigade Pangan agar mampu membangun organisasi yang mandiri, transparan, dan akuntabel dalam mengelola bantuan pemerintah.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap Brigade Pangan dapat berkembang menjadi organisasi petani milenial yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian, serta mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Konawe Utara maupun secara nasional.

Keberadaan Brigade Pangan diharapkan pula menjadi contoh bagi generasi muda bahwa sektor pertanian merupakan bidang yang menjanjikan apabila dikelola dengan manajemen yang baik, dukungan teknologi modern, serta semangat kolaborasi dalam membangun kemandirian pangan Indonesia.

Laporan : DAHLAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA