Rapat MBG Kecamatan Puriala, Kehadiran Dapur Gizi Disambut Antusias Masyarakat

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 09:55 0 18 Admin

Arsamedia.com, Konawe –
Rapat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Puriala berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri berbagai pihak terkait. Kegiatan ini diikuti oleh penyedia dapur dari Insan Indonesia Emas, Camat Puriala, Kapolsek Puriala, Danposramil Puriala, para kepala desa, serta kepala sekolah se-Kecamatan Puriala. Senin (04/5/2026).

Dalam sambutannya, Camat Puriala, Jasmin, SE, mengapresiasi hadirnya dapur MBG di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa selama ini hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Konawe telah memiliki dapur MBG, dan Puriala menjadi salah satu yang belum.

Oleh karena itu, kehadiran penyedia dapur dari Insan Indonesia Emas dinilai sangat penting dan dibutuhkan, mengingat banyaknya masyarakat yang akan menerima manfaat program makanan bergizi tersebut.

Sementara itu, perwakilan dapur MBG Puriala, Agus Fiatna, menjelaskan bahwa secara nasional kuota dapur MBG mencapai lebih dari 1.000 unit, dan salah satunya kini hadir di Kecamatan Puriala.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini proses telah memasuki tahap perekrutan karyawan. Tercatat lebih dari 100 pendaftar telah melakukan registrasi, menunjukkan tingginya animo masyarakat.
Proses seleksi nantinya akan dilakukan secara terbuka dan kompetitif.

“Untuk Kecamatan Puriala sendiri, calon penerima manfaat MBG diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang. Dengan jumlah tersebut, sangat memungkinkan untuk didirikan dua dapur MBG,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, salah satu perwakilan kepala sekolah menyampaikan harapan agar menu makanan yang disediakan benar-benar sehat dan proses pendistribusiannya tidak mengalami keterlambatan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa.

Senada dengan itu, perwakilan kepala desa, Ramang Liambo selaku Kepala Desa Tetewatu, berharap agar kebutuhan bahan baku dapur MBG dapat dipenuhi dari desa atau wilayah Kecamatan Puriala sendiri.

Menurutnya, potensi lokal sangat memungkinkan untuk mendukung operasional dapur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Dari sektor kesehatan, perwakilan Kepala Puskesmas Puriala yang diwakili oleh Arisman menegaskan pentingnya aspek kesehatan dalam perekrutan tenaga kerja.

Ia menyampaikan bahwa setiap calon karyawan wajib menyertakan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS), mengingat wilayah Puriala termasuk daerah yang rawan terhadap sejumlah penyakit, salah satunya Tuberkulosis (TBC).

Dengan adanya rapat ini, diharapkan pelaksanaan program MBG di Kecamatan Puriala dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA