
Arsamedia.com konawe–
Memasuki malam ke-12 Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe menggelar Safari Ramadhan Terpadu di Kecamatan Bondoala dan Morosi, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum sinergi antara pendekatan keagamaan dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah yang dikenal sebagai kawasan industri strategis di Kabupaten Konawe.
Safari Ramadhan Terpadu tersebut dilaksanakan di 21 masjid, dengan rincian 11 titik di Kecamatan Bondoala dan 10 titik di Kecamatan Morosi. Tim gabungan Kemenag dan BNN turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengisi ceramah agama sekaligus sosialisasi bahaya narkoba.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe, H. Hasrun Taleo, bersama Kepala BNN Kabupaten Konawe, Kompol H.B. Tira Wijaya, A.Md., S.H., memimpin langsung kegiatan tersebut.
Kehadiran kedua pimpinan instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan spiritual sekaligus ketahanan sosial masyarakat.
Dalam arahannya, H. Hasrun Taleo menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kualitas iman, mempererat ukhuwah, serta membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan dari berbagai bentuk kemaksiatan, termasuk narkoba.
Menurutnya, wilayah Bondoala dan Morosi sebagai kawasan industri memiliki dinamika sosial yang sangat cepat.
Mobilitas pekerja yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang pesat, serta interaksi lintas daerah menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan moral masyarakat.
“Ramadhan adalah momentum mempererat ukhuwah. Kami ingin memastikan masyarakat tetap rukun, damai, dan fokus beribadah di tengah dinamika wilayah industri yang sangat cepat ini. Nilai agama harus menjadi jangkar agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” ujar Hasrun di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak para tokoh agama, imam masjid, dan penyuluh agama untuk terus aktif memberikan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung persoalan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Konawe, Kompol H.B. Tira Wijaya, memberikan edukasi secara lugas mengenai bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang kerap menyasar kawasan padat pekerja dan wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi.
Menurutnya, lingkungan industri memiliki potensi kerawanan jika tidak dibarengi dengan pengawasan dan pembinaan yang kuat. Karena itu, pendekatan spiritual melalui sinergi dengan Kemenag dinilai sebagai langkah strategis dan berkelanjutan.
“Kita ingin mewujudkan lingkungan yang ‘Bersinar’ atau Bersih Narkoba. Produktivitas di wilayah industri ini tidak boleh rusak oleh penyalahgunaan narkotika.
Pencegahan harus dimulai dari kesadaran individu, keluarga, dan komunitas,” tegas Tira Wijaya.
Ia juga menekankan bahwa keluarga dan agama adalah benteng utama dalam memerangi narkoba. Peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, serta peran tokoh agama dalam memberikan edukasi moral, menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat.
“Benteng terbaik adalah keluarga dan agama. Kami hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk mengedukasi dan mencegah. Kami ingin memastikan masyarakat Morosi dan Bondoala tetap produktif, sehat, dan bebas dari narkoba,” tambahnya.
Rangkaian Safari Ramadhan Terpadu ini tidak hanya diisi dengan ceramah dan sosialisasi, tetapi juga buka puasa bersama di rumah jabatan Camat Morosi dan Bondoala, salat Maghrib berjamaah, serta diskusi interaktif bersama tokoh masyarakat setempat.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Para jamaah menyambut positif kolaborasi antara Kemenag dan BNN tersebut, karena dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan spiritual di Kabupaten Konawe.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk menjadikan Bondoala dan Morosi sebagai kawasan industri yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat secara moral dan terbebas dari ancaman narkoba.
Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar