
Arsamedia.com, Konawe –
Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, Kementerian Agama Kabupaten Konawe mendorong penguatan sistem pendidikan melalui integrasi pembelajaran mendalam (deep learning) dengan Kurikulum Cinta sebagai landasan pembentukan karakter dan peningkatan kualitas pemahaman peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe, H. Hasrun Taleo, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi refleksi penting bagi seluruh insan pendidikan untuk terus berinovasi dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Momentum Hardiknas ke-67 ini harus kita jadikan sebagai titik penguatan dalam membangun pendidikan yang berimbang antara kecerdasan intelektual dan karakter. Integrasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Cinta adalah langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran mendalam mendorong siswa untuk memahami materi secara komprehensif, berpikir kritis, serta mampu mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata. Sementara Kurikulum Cinta menanamkan nilai-nilai empati, kasih sayang, toleransi, dan akhlak mulia dalam setiap proses pembelajaran.
Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya menjadi individu yang cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Kemenag Konawe juga mengajak para guru untuk berperan aktif dalam mengimplementasikan konsep tersebut di ruang kelas. Guru diharapkan mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang inovatif sekaligus teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada siswa.
“Guru memiliki peran sentral dalam membentuk generasi masa depan. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan spiritual secara bersamaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu melahirkan manusia seutuhnya—cerdas, berkarakter, dan berakhlak. Hal ini sejalan dengan tujuan besar pendidikan nasional dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing di era global.
Melalui semangat Hardiknas ke-67, Kementerian Agama Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif, humanis, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Integrasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Cinta diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan manusia. Dengan demikian, generasi penerus bangsa akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kaya akan nilai dan kepedulian terhadap sesama.
Arsamedia

Tidak ada komentar