“Pasar Ramai, Tapi Kumuh: Danpos Amonggedo ‘Semprot’ Pengelolaan Pasar Samaturu”

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Apr 2026 02:11 0 31 Admin

Arsamedia.com Konawe —
Kondisi Pasar Rakyat Samaturu di Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, menuai kritik tajam dari Danpos Amonggedo, Serka Hamrullah. Dalam kunjungan pengawasan yang dilakukannya, ia menyoroti buruknya kebersihan dan penataan pasar yang dinilai jauh dari kata layak, meskipun pasar tersebut dikenal memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi.

Saat berada di lokasi, Serka Hamrullah mendapati kondisi pasar yang memprihatinkan. Tumpukan sampah terlihat di berbagai sudut, saluran drainase tidak terurus, serta rumput liar tumbuh tinggi di sekitar area pasar. Pemandangan tersebut dinilainya mencerminkan lemahnya pengelolaan dan minimnya perhatian dari pihak terkait.

“Ini pasar aktif, ramai, dan pasti ada pemasukan. Tapi kenapa kondisinya seperti ini? Kumuh, kotor, dan tidak tertata. Ini sangat disayangkan,” tegasnya dengan nada kritis.

Ia menilai, sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, pasar seharusnya menjadi tempat yang bersih, tertib, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung.

Namun yang terjadi di Pasar Samaturu justru sebaliknya. Kondisi yang tidak terawat berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja dan secara tidak langsung bisa mempengaruhi perputaran ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Serka Hamrullah mempertanyakan transparansi dan pengelolaan pendapatan pasar. Ia menyinggung bahwa jika pemasukan dari retribusi berjalan, maka seharusnya ada dampak nyata terhadap perawatan fasilitas dan kebersihan lingkungan.

“Kalau ada pemasukan, harus jelas juga pengelolaannya. Jangan sampai masyarakat hanya dibebani retribusi, tapi tidak merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain persoalan estetika dan kenyamanan, kondisi pasar yang kotor juga dinilai berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Lingkungan yang dipenuhi sampah dan drainase yang tersumbat bisa menjadi sarang penyakit, terutama di tengah aktivitas jual beli bahan pangan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pedagang terpaksa berjualan di tengah kondisi yang kurang higienis. Bau tidak sedap dari sampah yang menumpuk juga menjadi keluhan utama para pengunjung.

Beberapa pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada penanganan serius. Mereka berharap ada perhatian nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk membenahi pasar tersebut.

“Kami ini tiap hari Pasar di sini, mau tidak mau harus bertahan. Tapi memang kondisinya begini terus, tidak ada perubahan,” ungkap salah satu pedagang.

Serka Hamrullah pun mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Pasar Samaturu.

Ia menegaskan bahwa pembiaran terhadap kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan, mengingat pasar merupakan salah satu urat nadi ekonomi masyarakat.

“Pasar itu wajah ekonomi rakyat. Kalau wajahnya saja sudah kumuh, bagaimana orang mau datang? Ini harus segera dibenahi,” pungkasnya.

Sorotan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk segera melakukan pembenahan, baik dari segi kebersihan, penataan, hingga sistem pengelolaan pasar, agar Pasar Samaturu Amonggedo bisa kembali menjadi pusat ekonomi yang layak, bersih, dan membanggakan.

Laporan : Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA