
Arsamedia.com, Konawe —
Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Konawe dan keluarga besar dunia pendidikan. Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, meninggal dunia di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Almarhum menghembuskan napas terakhir di RS Husada Jakarta sekitar pukul 15.55 WIB, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis secara intensif.
Kabar berpulangnya Ahmad Djauhari menjadi duka bagi keluarga, jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe, khususnya keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta berbagai pihak yang selama ini berinteraksi dan bekerja bersama almarhum dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Ahmad Djauhari sempat dilaporkan kritis. Almarhum mendapatkan penanganan medis di rumah sakit di Jakarta. Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi kesehatannya kembali memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa sore.
Kepergian Ahmad Djauhari terjadi ketika dirinya masih menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan. Bahkan, beberapa hari sebelum meninggal dunia, almarhum masih mengikuti dan memimpin sejumlah agenda yang berkaitan dengan sektor pendidikan Kabupaten Konawe.
Dalam kapasitasnya sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari selama ini terlibat dalam berbagai agenda peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada satuan pendidikan di daerah.
Salah satu agenda yang masih dijalankannya adalah kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis Aneka Tunjangan Guru Tahun 2026 yang berlangsung pada awal September.
Pada 1 September 2026, Ahmad Djauhari hadir dan membuka kegiatan tersebut. Sosialisasi itu menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada jajaran satuan pendidikan mengenai kebijakan dan petunjuk teknis terkait aneka tunjangan guru.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut, almarhum juga menyampaikan pantun yang menggambarkan pentingnya peran guru dalam dunia pendidikan.
“Pagi hari mentari bersinar,
Burung berkicau di atas dahan.
Guru mengabdi dengan penuh sabar,
Mendidik bangsa sepanjang zaman.”
Kehadiran dan keterlibatan almarhum dalam agenda tersebut menjadi salah satu catatan terakhir perjalanan kedinasannya di bidang pendidikan.
Tidak hanya itu, sehari setelahnya, 2 September 2026, Ahmad Djauhari masih mendampingi Bupati Konawe dalam agenda pertemuan bersama perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Konawe.
Agenda tersebut menjadi bagian dari pembahasan strategis mengenai pengembangan sarana dan layanan pendidikan di Kabupaten Konawe. Ahmad Djauhari turut memberikan pendampingan dari sisi pemerintahan daerah dan sektor pendidikan.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa hingga beberapa hari sebelum meninggal dunia, almarhum masih menjalankan tanggung jawabnya sebagai pejabat yang diberi amanah dalam mengelola urusan pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Konawe.
Ahmad Djauhari dikenal sebagai salah satu pejabat yang memiliki perhatian terhadap pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Konawe.
Selama menjalankan tugasnya, berbagai persoalan dan kebutuhan satuan pendidikan menjadi bagian dari agenda yang harus dikoordinasikan, baik terkait peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengelolaan program pendidikan, bantuan sarana dan prasarana, maupun peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.
Berbagai agenda tersebut menuntut koordinasi antara pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam menjalankan tugasnya, almarhum juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan, termasuk sosialisasi program pemerintah, pembinaan satuan pendidikan, serta koordinasi dengan pemerintah pusat.
Kepergian Ahmad Djauhari tentu meninggalkan duka dan kehilangan bagi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.
Sejumlah agenda pemerintahan yang sebelumnya menjadi bagian dari tanggung jawab almarhum kini harus dilanjutkan oleh jajaran terkait sesuai mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Namun, di balik keberlanjutan roda pemerintahan tersebut, keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe harus menerima kenyataan bahwa salah satu sosok yang selama ini berada di tengah mereka telah berpulang.
Berpulangnya Ahmad Djauhari juga menjadi kabar duka bagi Pemerintah Kabupaten Konawe.
Sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, almarhum merupakan bagian dari jajaran pemerintah daerah yang menjalankan tugas pelayanan publik, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Kepergiannya di tengah pelaksanaan sejumlah program pendidikan menjadi kehilangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Meski demikian, program dan pelayanan pendidikan di Kabupaten Konawe diharapkan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tugas pemerintahan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab almarhum akan terus dilanjutkan oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, kabar meninggalnya Ahmad Djauhari mengundang rasa duka dari berbagai kalangan, terutama mereka yang selama ini pernah bekerja sama dan berkomunikasi dengan almarhum.
Bagi keluarga, kepergian tersebut tentu merupakan kehilangan yang sangat besar. Sementara bagi rekan kerja dan lingkungan pemerintahan, almarhum meninggalkan kenangan serta catatan pengabdian selama menjalankan tugasnya.
Kepergian Ahmad Djauhari menjadi pengingat bahwa setiap amanah memiliki batas waktu. Jabatan dapat berganti, tugas dapat dilanjutkan, tetapi dedikasi dan kebaikan seseorang akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
Kini, perjalanan kedinasan Ahmad Djauhari telah berakhir. Berbagai pekerjaan dan agenda yang pernah menjadi bagian dari tanggung jawabnya akan dilanjutkan oleh penerus dan jajaran terkait.
Namun, nama dan pengabdiannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe, khususnya dunia pendidikan, akan tetap dikenang.
Keluarga besar Arsamedia.com menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima, serta seluruh kesalahan dan kekhilafannya mendapatkan ampunan.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Selamat jalan, Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd. Semoga husnul khatimah.

Tidak ada komentar