Gotong Royong Warga Warnai Pembangunan Jembatan Inpres di Linonggasai, TNI-Polri Bersinergi Jaga Akses Penghubung Antar Desa

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Jul 2026 01:16 0 21 Admin

Arsamedia.com, Konawe
Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Linonggasai, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, dalam mendukung pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Linonggasai dengan Desa Duriasi, Kecamatan Wonggeduku. Di tengah proses pembangunan jembatan, warga secara swadaya membuka dan membangun jalan alternatif agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

Jembatan permanen tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) yang dilaksanakan secara swakelola oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD). Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, khususnya wilayah yang membutuhkan peningkatan konektivitas dan akses transportasi.

Pembangunan jembatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur. Personel Polsek Wonggeduku turut terjun langsung ke lapangan membantu masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Wonggeduku, IPDA Harisman, S.H., yang bersama anggotanya bergotong royong dengan warga dalam membangun jalan alternatif selama proses pembangunan berlangsung.

Selain itu, Danpos Wonggeduku Barat yang juga menjabat sebagai Babinsa, Serka Gondong Muhamad Afandi, ikut mendampingi dan membantu masyarakat. Kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan serta menjaga kelancaran aktivitas warga selama pengerjaan proyek berlangsung.

Untuk mengoordinasikan pelaksanaan gotong royong masyarakat, Kepala Desa Langgonawe, Yusup, ditunjuk memimpin warga dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Di bawah koordinasinya, masyarakat dari berbagai kalangan bergandengan tangan menyelesaikan pembangunan jalan alternatif sebagai jalur sementara yang akan digunakan masyarakat hingga pembangunan jembatan permanen selesai.

Suasana kebersamaan terlihat begitu kuat. Warga tanpa mengenal lelah bekerja secara sukarela, saling membantu mengangkut material, meratakan badan jalan, hingga memastikan jalur alternatif dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Semangat gotong royong tersebut menjadi cerminan nilai-nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan.

Tokoh masyarakat Desa Linonggasai, PAKGURU MARTEN , menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang telah menghadirkan program pembangunan jembatan melalui Inpres. Menurutnya, keberadaan jembatan permanen tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat karena menjadi akses vital penghubung antara Desa Linonggasai dan Desa Duriasi.

Ia menilai, selama ini masyarakat sangat bergantung pada jalur tersebut untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, mengakses layanan kesehatan, hingga menjalankan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan jembatan diyakini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program pembangunan jembatan melalui Instruksi Presiden (Inpres) sendiri bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat perdagangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Selain itu, pembangunan jembatan permanen juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan menggantikan jembatan lama yang sudah tidak memadai atau berisiko bagi masyarakat.

Masyarakat berharap proses pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai rencana sehingga dalam waktu dekat jembatan permanen tersebut sudah dapat dimanfaatkan. Kehadiran infrastruktur yang lebih baik diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memperkuat hubungan sosial dan aktivitas pembangunan antara Desa Linonggasai, Desa Duriasi, dan wilayah sekitarnya.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi juga lahir dari kebersamaan, kepedulian, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat demi kemajuan daerah.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA