
Arsamedia.com, Konawe –
Pemerintah Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Angkatan 2023. Kehadiran para mahasiswa diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Lahotutu berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD). Mereka akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Membangun Kemandirian Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs.”
Penyambutan mahasiswa berlangsung di Kantor Desa Lahotutu dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lahotutu, Umar, S.ST. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada IAIN Kendari yang kembali mempercayakan Desa Lahotutu sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurut Umar, keberadaan mahasiswa KKN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Mahasiswa bukan hanya datang untuk melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Tema yang diangkat pada KKN tahun ini dinilai sangat relevan dengan arah pembangunan desa saat ini. Kemandirian desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Desa yang mandiri bukan hanya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, lingkungan yang terjaga, serta masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan.
Melalui pendekatan SDGs Desa, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan.
Potensi desa dapat dikembangkan secara maksimal dengan memanfaatkan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kearifan lokal yang dimiliki. Pendekatan tersebut juga membuka ruang lahirnya berbagai inovasi di bidang pertanian, UMKM, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Pelaksanaan program KKN nantinya akan diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan SDGs Desa, di antaranya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang lebih baik, penguatan ekonomi masyarakat, kesetaraan gender, pelestarian lingkungan, serta penguatan kelembagaan desa.
Pemerintah Desa Lahotutu berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan masyarakat, menggali berbagai potensi desa, sekaligus menghadirkan program-program yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.
Selain itu, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa secara berkelanjutan.
Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs Desa dalam setiap program pembangunan, Desa Lahotutu optimistis dapat menciptakan lebih banyak peluang usaha, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta menjaga kelestarian lingkungan.
.
Melalui kehadiran mahasiswa KKN IAIN Kendari, Pemerintah Desa Lahotutu berharap lahir berbagai inovasi dan solusi yang mampu mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, tangguh, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Laporan : Wilan Aprilia Arsam

Tidak ada komentar