Disdikbud Konawe Gelar Advokasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Siapkan Sekolah Terapkan MPLS Ramah 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Jul 2026 02:37 0 26 Admin

Arsamedia.com, Konawe –
Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar kegiatan Advokasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) sekaligus sosialisasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (2/7/2026) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe dan dihadiri oleh para kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Konawe.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk tindak lanjut atas Surat Edaran Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0618/B/C6.26/DM.00.02/2026 tanggal 30 Juni 2026 tentang Advokasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) dan MPLS Ramah Tahun 2026.

Dalam arahannya, Ahmad Djauhari menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Konawe perlu memahami dan mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat secara maksimal. Menurutnya, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan salah satu program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membangun karakter peserta didik sejak usia dini melalui pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Ia menjelaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada peserta didik, tetapi juga memerlukan peran aktif kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta dukungan orang tua. Sinergi seluruh pihak dinilai sangat penting agar pembentukan karakter anak dapat berjalan secara berkesinambungan.

Selain membahas G7KAIH, kegiatan tersebut juga memberikan penekanan terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun 2026. MPLS diharapkan menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah dengan suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Disdikbud Konawe mengingatkan seluruh kepala sekolah agar pelaksanaan MPLS tidak lagi berorientasi pada kegiatan yang bersifat menghukum, mempermalukan, atau memberikan beban fisik maupun mental kepada peserta didik baru.

Sebaliknya, MPLS harus menjadi sarana membangun rasa percaya diri, menanamkan budaya positif sekolah, serta memperkenalkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat belajar.

Melalui kegiatan advokasi ini, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai strategi penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di lingkungan sekolah. Program tersebut diharapkan menjadi budaya yang diterapkan setiap hari sehingga mampu membentuk generasi yang sehat, disiplin, bertanggung jawab, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para kepala sekolah diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai masukan maupun kendala yang mungkin dihadapi dalam mengimplementasikan program tersebut di sekolah masing-masing. Diskusi ini menjadi bagian penting agar kebijakan pemerintah dapat diterapkan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe berharap seluruh kepala sekolah dapat menjadi motor penggerak dalam menyukseskan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan pelaksanaan MPLS Ramah.

Menurutnya, keberhasilan program pendidikan bukan hanya diukur dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari terbentuknya karakter yang kuat, berintegritas, disiplin, mandiri, serta memiliki semangat gotong royong.

Dengan terselenggaranya kegiatan advokasi ini, Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung implementasi berbagai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Konawe mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, serta menjadi tempat tumbuh kembang generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Arsamedia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA