
Dalam rangka peringatan ulang tahun Sintesa yang ke-35, Sabtu (7/2/2026), Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara,
Ir. Hugua, hadir untuk memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya agroekonomi Sintesa sebagai ilmu yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan pendekatan ekonomi, sehingga tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
“Agroekonomi Sintesa adalah sebuah ilmu yang mampu menggabungkan praktik pertanian dengan strategi ekonomi, sehingga kesejahteraan petani dan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Ir. Hugua dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan berbagai pesan motivasi kepada peserta dan masyarakat:
“Mari kita tetapkan tujuan yang nyata dan terukur, agar setiap usaha yang kita lakukan membawa kita lebih dekat pada kesuksesan.”
“Pikiran positif adalah kunci untuk membuka pintu kesempatan dan kebahagiaan.”
“Kerja keras dan ketekunan adalah jembatan menuju kesuksesan sejati.”
“Kegagalan bukanlah akhir, melainkan pelajaran berharga. Dari kegagalan itulah kita belajar, bangkit, dan akhirnya meraih kesuksesan.”
“Dengan menjalin hubungan yang seluas-luasnya, kita membuka lebih banyak peluang untuk berkembang dan maju.”
Peringatan ulang tahun Sintesa ke-35 ini juga menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang lembaga dalam memberdayakan masyarakat melalui pertanian berkelanjutan. Selama 35 tahun, Sintesa telah melatih puluhan petani dan masyarakat lokal, serta menjadi pusat pembelajaran agroekologi yang inovatif di Konawe.
Ketua Sintesa menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui praktik agroekologi yang berkelanjutan. Lahan seluas 33 hektar di Desa Amesiu bukan hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan agroekologi yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Dengan semangat ulang tahun ke-35 ini, Sintesa menegaskan kembali visi untuk terus memberdayakan masyarakat, mengedukasi petani, dan mengembangkan agroekologi sebagai solusi pertanian masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Laporan : Redaksi

Tidak ada komentar