Kepala Bidang DAK Dinas Pendidikan Konawe Monitoring SDN Wawoone Tindak Lanjuti Berita Viral

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Jan 2026 05:04 0 178 Admin

 

Arsamedia.com | Konawe –
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe melalui Kepala Bidang Dana Alokasi Khusus (DAK), Irmawansah, S.Pd., M.Pd., turun langsung ke SDN Wawoone untuk melakukan monitoring dan klarifikasi lapangan, menyusul beredarnya pemberitaan media online yang viral terkait penolakan masyarakat dan guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah berinisial (R).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe atas keresahan yang berkembang di tengah masyarakat Desa Wawoone. Dalam pemberitaan yang beredar, masyarakat dan dewan guru menyampaikan penolakan terhadap kepala sekolah karena dinilai jarang hadir di sekolah serta tidak optimal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan satuan pendidikan.

Selain persoalan kehadiran, sejumlah fasilitas sekolah juga dikeluhkan tidak berfungsi selama kepemimpinan kepala sekolah (R). Fasilitas tersebut meliputi lampu listrik, jaringan WiFi, serta sarana air bersih, yang dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar dan aktivitas sekolah sehari-hari.

Dalam pertemuan yang digelar di lingkungan SDN Wawoone, Irmawansah secara terbuka mendengarkan aspirasi para guru dan perwakilan masyarakat. Ia menegaskan bahwa monitoring tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan upaya untuk memperoleh gambaran nyata kondisi sekolah dan memastikan kebenaran informasi yang telah beredar luas di media.

“Pertemuan dan monitoring ini akan saya laporkan langsung kepada pimpinan. Apa yang disampaikan oleh guru dan masyarakat, serta apa yang saya lihat di lapangan, akan menjadi bahan laporan resmi. Dari hasil monitoring ini, kejadian tersebut memang benar adanya,” tegas Irmawansah.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe tidak akan menutup mata terhadap setiap persoalan yang berpotensi mengganggu jalannya proses pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin, manajer, dan teladan, sehingga dituntut untuk hadir, aktif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Irmawansah juga menekankan bahwa keberadaan fasilitas sekolah yang berfungsi dengan baik merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan. Fasilitas seperti listrik, air, dan jaringan internet sangat berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran serta administrasi sekolah.

“Kepala sekolah harus memastikan seluruh sarana dan prasarana sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Jika fasilitas tidak berfungsi, tentu akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pengawas sekolah, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Ketua PGRI, para guru SDN Wawoone, serta perwakilan masyarakat Desa Wawoone. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi menjadi perhatian bersama dan membutuhkan penyelesaian yang komprehensif.

Dalam forum tersebut, masyarakat dan guru berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe dapat segera mengambil langkah konkret dan bijaksana. Mereka menginginkan adanya kepemimpinan sekolah yang hadir secara nyata, peduli terhadap kondisi sekolah, serta mampu menciptakan iklim kerja yang harmonis dan kondusif.

Monitoring ini diharapkan menjadi titik awal penyelesaian persoalan di SDN Wawoone. Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil monitoring sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku, demi menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Konawe.

Laporan: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA