Tikungan “S” Maut di Perbatasan Kolaka Utara–Kolaka, Warga Minta Pemerintah Benahi Jalur Trans Sulawesi

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Mar 2026 09:08 0 192 Admin

Arsamedia.com Kolaka Utara –
Jalur transportasi yang menghubungkan Kabupaten Kolaka Utara dengan Makassar melalui jalur Trans Sulawesi di Desa Walasiho, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, menjadi perhatian masyarakat karena dikenal sebagai salah satu titik jalan yang rawan kecelakaan.

Ruas jalan tersebut berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Kolaka Utara dan Kabupaten Kolaka, tepatnya antara Desa Walasiho, Kecamatan Wawo, dan Desa Tamborasi di Kecamatan Iwomendaa. Jalur ini merupakan bagian dari Trans Sulawesi Highway, yang menjadi penghubung utama wilayah Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan.

Kondisi jalan di lokasi tersebut memiliki karakteristik tikungan tajam menyerupai huruf “S” dengan kontur tanjakan yang cukup curam. Situasi ini membuat para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa dengan kondisi medan jalan.

Selain tikungan tajam dan tanjakan curam, posisi jalan yang berada di kawasan perbukitan juga menambah tingkat risiko kecelakaan. Di sisi kiri jalan yang mengarah ke Kolaka Utara terdapat jurang yang cukup dalam, sementara di sisi kanan berdiri tebing atau gunung yang membatasi badan jalan.
.
Medan jalan yang ekstrem dengan jalur berkelok tajam atau zig-zag membuat kawasan tersebut kerap disebut sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di jalur Trans Sulawesi. Jalur ini setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik yang menghubungkan berbagai daerah di Sulawesi.

Sejumlah warga yang sering melintas di jalur tersebut berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan itu, terutama dengan melakukan peningkatan infrastruktur demi keselamatan para pengguna jalan.

“Jalan ini cukup berbahaya karena tikungannya tajam dan menanjak. Di satu sisi jurang dan di sisi lain gunung, sehingga pengendara harus benar-benar berhati-hati,” ujar salah seorang warga yang sering melintas di jalur tersebut, Kamis (12/3/2026).

Warga juga meminta pemerintah untuk melakukan pembenahan jalur tersebut agar menjadi ruas jalan Trans Sulawesi yang lebih aman dan nyaman dilalui, terutama menjelang meningkatnya arus kendaraan antar daerah maupun saat musim mudik.

Selain dikenal dengan kondisi jalan yang cukup ekstrem, kawasan tersebut juga kerap disebut masyarakat sebagai lokasi yang memiliki cerita mistis sehingga sering dianggap sebagai jalur yang angker. Meski demikian, para pengendara diimbau tetap mengutamakan kewaspadaan dan keselamatan saat melintasi jalur tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan tersebut. Beberapa langkah yang diharapkan antara lain pelebaran badan jalan, pemasangan rambu-rambu keselamatan, pembangunan pagar pengaman di tepi jurang, serta penambahan penerangan jalan.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan di salah satu jalur strategis yang menghubungkan wilayah Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan tersebut.

Laporan: Arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA