Ratusan Desa di Kabupaten Konawe Tercekik Anggaran, Ramadan 1447 H Dibayangi Krisis Operasional

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 05:57 0 71 Admin

Arsamedia.com – Konawe
Memasuki pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, ratusan desa di Kabupaten Konawe terpaksa “ikat pinggang” akibat belum cairnya sejumlah anggaran yang menjadi sumber utama pembiayaan operasional pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Keterlambatan pencairan anggaran tersebut tidak hanya berdampak administratif, tetapi telah menimbulkan efek berantai terhadap stabilitas pelayanan publik di desa. Program pembangunan fisik yang telah direncanakan sejak awal tahun terpaksa ditunda. Sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat, pelatihan, hingga persiapan agenda sosial-keagamaan menyambut Ramadan juga ikut tersendat.

Seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kondisi ini memaksa pemerintah desa melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat.

“Kami benar-benar harus memprioritaskan kebutuhan paling mendesak. Operasional kantor desa saja sekarang diatur sehemat mungkin. Sementara honor perangkat desa juga belum bisa dibayarkan sepenuhnya,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, Ramadan biasanya menjadi momentum meningkatnya aktivitas sosial masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, santunan warga kurang mampu, hingga dukungan untuk rumah ibadah. Namun tahun ini, sebagian besar agenda tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa yang terbatas.

Pembangunan Tertunda, Pelayanan Terancam Terganggu
Beberapa proyek infrastruktur skala kecil seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas umum desa terpaksa dihentikan sementara. Padahal, pekerjaan tersebut sudah masuk dalam perencanaan dan menjadi kebutuhan mendesak warga.

Tidak hanya itu, keterlambatan dana juga berdampak pada operasional rutin pemerintahan desa, termasuk biaya administrasi, layanan kependudukan, hingga kegiatan musyawarah desa. Sejumlah perangkat desa mengaku harus tetap bekerja meski pembayaran honor belum jelas waktunya.

“Kami tetap melayani masyarakat seperti biasa, tapi tentu ada beban moral ketika honor belum dibayarkan. Kami berharap ada kepastian secepatnya,” kata salah satu perangkat desa di wilayah pesisir Konawe.

Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar segera memberikan kejelasan terkait penyebab keterlambatan pencairan anggaran. Transparansi dan percepatan proses administrasi dinilai penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Sejumlah tokoh masyarakat juga meminta agar pemerintah kabupaten segera melakukan langkah konkret, termasuk koordinasi intensif dengan pihak terkait di tingkat provinsi maupun pusat, apabila kendala pencairan bersumber dari proses administratif lintas jenjang.

“Kami tidak ingin pelayanan publik di desa terganggu terlalu lama. Ramadan adalah momen penting bagi masyarakat. Jangan sampai kegiatan sosial dan keagamaan terkendala karena masalah birokrasi,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Ramadan di Tengah Keterbatasan
Di tengah situasi serba terbatas, pemerintah desa berupaya menjaga stabilitas sosial dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan swadaya.

Beberapa kegiatan keagamaan tetap berjalan meski dalam skala sederhana.
Namun, apabila pencairan anggaran terus tertunda hingga akhir Ramadan, dikhawatirkan dampaknya akan semakin meluas, tidak hanya pada pembangunan fisik tetapi juga pada daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat desa yang bergantung pada perputaran anggaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab keterlambatan serta langkah percepatan yang akan ditempuh.

Dengan Ramadan yang tinggal menghitung hari, desa-desa di Konawe kini berada dalam posisi menunggu—menanti kepastian agar roda pemerintahan, pelayanan publik, dan kegiatan sosial kemasyarakatan dapat kembali berjalan normal.

Laporan: (Ns/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA