Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru SD Konawe Ditutup, Disdikbud Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital

waktu baca 4 menit
Jumat, 11 Sep 2026 08:36 0 32 Admin

ARSAMEDIA.COM, KONAWE
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi guru jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Konawe resmi ditutup, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026, tersebut diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Sugiman, S.Pd., M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, pelatihan KKA menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Ia menegaskan, penguasaan koding dan kecerdasan artifisial tidak semata-mata bertujuan menjadikan guru sebagai ahli teknologi. Lebih dari itu, guru diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan teknologi secara tepat, kreatif, serta bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran.

“Guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, harus dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujar Sugiman.

Ia juga mendorong agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan materi yang telah dipelajari di sekolah masing-masing serta membagikan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan guru lainnya.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami berharap para guru dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing dan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi,” tambahnya.

Menurut Sugiman, transformasi digital dalam dunia pendidikan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik. Guru memiliki peran strategis dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi agar memberikan dampak positif terhadap proses belajar dan perkembangan peserta didik.

Karena itu, kemampuan guru dalam memahami teknologi digital dinilai menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas pendidikan. Kehadiran koding dan kecerdasan artifisial di lingkungan pendidikan juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai etika dan penggunaan teknologi secara bijak.

Pelatihan KKA tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe dalam memperkuat kompetensi profesional guru sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Namun demikian, penerapan teknologi dalam pembelajaran tetap harus menempatkan guru sebagai pendamping dan pengarah utama. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, etika, karakter dan interaksi antara guru dengan peserta didik tetap menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe berharap para guru SD memiliki bekal yang lebih kuat untuk mengintegrasikan teknologi, koding dan kecerdasan artifisial ke dalam pembelajaran sesuai kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan penutupan tersebut turut hadir Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Hj. Nurjaya, S.E., M.M., Kepala Seksi Analis Kebijakan Saida Tondrang, S.Sos., serta staf GTK Haldy Ali Syukur, S.Pd., M.M., bersama jajaran Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.

Sementara itu, peserta kegiatan merupakan para guru yang berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Kabupaten Konawe.

Untuk mendukung proses pembelajaran selama kegiatan berlangsung, panitia menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang terkait, yakni Aricia Pristianti, S.Pd., M.Si. dan Haldy Ali Syukur, S.Pd., M.M.

Keduanya memberikan materi dan pendampingan kepada peserta selama pelatihan, sehingga para guru tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan bekal untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran berbasis koding serta kecerdasan artifisial di lingkungan sekolah.

Penutupan pelatihan ditandai dengan pesan kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan kompetensi secara mandiri, mengikuti perkembangan teknologi pendidikan, serta mengimplementasikan hasil pelatihan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga pendidik, sekaligus mempersiapkan generasi peserta didik yang mampu beradaptasi dengan tantangan perkembangan teknologi di masa mendatang.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA