
ARSAMEDIA.COM,KONAWE —
Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi pembelajaran di era digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi Guru Jenjang Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Konawe, yang dilaksanakan selama dua hari, 10–11 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga pendidik agar mampu memahami sekaligus menerapkan konsep koding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Sugiman, S.Pd., M.Pd., yang hadir sekaligus memberikan arahan kepada para peserta.
Dalam arahannya, Sugiman menjelaskan bahwa Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru SD bukan semata-mata bertujuan mengenalkan teknologi kepada guru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran KKA dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dasar-dasar koding, berpikir komputasional, literasi digital, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar.
Koding, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis program komputer, tetapi juga dapat digunakan sebagai pendekatan untuk melatih siswa berpikir secara logis, sistematis dan terstruktur dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Sementara itu, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan juga perlu dibarengi dengan pemahaman dan pendampingan dari guru agar teknologi tersebut digunakan secara bijak, aman dan bertanggung jawab.
Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pembelajaran KKA di jenjang SD diarahkan untuk memperkuat berbagai kemampuan peserta didik, di antaranya nalar, logika, kreativitas, pemecahan masalah dan kemampuan berpikir sistematis.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penerapan pembelajaran berbasis teknologi dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Bagi Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan guru menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi pendidikan.
Guru diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan nilai-nilai pendidikan dan karakter peserta didik.
Kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru Jenjang SD Kabupaten Konawe tersebut turut dihadiri Kepala Bidang GTK Sugiman, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Hj. Nurjaya, S.E., M.M., Kepala Seksi Analis Kebijakan Saida Tondrang, S.Sos., serta staf GTK Haldy Ali Syukur, S.Pd., M.M., bersama jajaran Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.
Sementara itu, peserta kegiatan merupakan para guru yang berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Kabupaten Konawe.
Untuk mendukung proses pembelajaran selama kegiatan berlangsung, panitia menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang terkait, yakni Aricia Pristianti, S.Pd., M.Si. dan Haldy Ali Syukur, S.Pd., M.Pd.
Para peserta mendapatkan materi dan pemahaman mengenai konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial, termasuk bagaimana mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam proses pembelajaran.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada para guru untuk selanjutnya mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif di sekolah masing-masing.
Dengan semakin berkembangnya teknologi digital dan kecerdasan artifisial, dunia pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami berbagai teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe berharap para guru SD dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Pelatihan KKA juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama dua hari, tetapi dapat dilanjutkan dengan implementasi nyata di lingkungan sekolah sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik di Kabupaten Konawe.
Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar