
Arsamedia.com Kendari –
Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat perannya dalam membangun kapasitas generasi muda, salah satunya melalui peningkatan literasi keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan audiensi resmi bersama Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (27/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor OJK Sultra itu menjadi langkah awal sinergi antara kedua lembaga dalam menyelaraskan program kepemudaan dengan edukasi sektor jasa keuangan. Fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pemuda, terhadap pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus membentengi mereka dari maraknya kejahatan finansial digital seperti investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga berbagai modus penipuan berbasis teknologi.
Ketua DPD KNPI Sultra, Agus Salim Misman, menegaskan bahwa pemuda merupakan kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, mereka juga menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran berbagai praktik keuangan ilegal akibat minimnya literasi finansial.
Menurutnya, KNPI Sultra memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan edukasi kepada masyarakat melalui jaringan organisasi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin memastikan pemuda di 17 kabupaten/kota se-Sultra memiliki pemahaman yang matang mengenai pengelolaan keuangan. Melalui jaringan kerja KNPI, kami siap berkolaborasi dengan OJK untuk mensosialisasikan pentingnya inklusi keuangan yang sehat, terutama menjelang agenda Bulan Literasi Keuangan. Kami berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya Gen Z dan milenial, agar cerdas berinvestasi dan terhindar dari jeratan finansial ilegal,” ujar Agus Salim Misman.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah membuka banyak peluang ekonomi bagi generasi muda, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penawaran investasi ilegal dan layanan pinjaman online tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik inisiatif yang dibangun DPD KNPI Sultra. OJK menilai kolaborasi dengan organisasi kepemudaan menjadi strategi efektif untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke pelosok daerah.
Dengan jaringan KNPI yang tersebar hingga tingkat kabupaten, kecamatan, bahkan desa, OJK optimistis program literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga target nasional peningkatan literasi keuangan dapat tercapai secara maksimal.
Melalui sinergi ini, DPD KNPI Sultra dan OJK Sultra berkomitmen menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif, sosialisasi, serta kampanye literasi keuangan yang menyasar pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan komunitas pemuda di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, bijak dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan, serta mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi dan inklusi keuangan yang sehat di era digital.
Laporan : arsamedia

Tidak ada komentar