Paus Raksasa Terdampar dan Mati di Pantai Tamborasi Kolaka, Warga Harap Segera Dievakuasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 14 Mei 2026 04:59 0 23 Admin

Arsamedia.com Kolaka –
Seekor ikan paus berukuran raksasa ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Desa Tamborasi, Kecamatan Iwomendaa, Kabupaten Kolaka, Kamis (14/5/2026). Peristiwa tersebut sontak menghebohkan masyarakat setempat dan menarik perhatian warga dari sejumlah desa sekitar yang datang melihat langsung kondisi paus tersebut.

Ikan paus yang sudah dalam kondisi mati itu terlihat bersandar di bibir pantai dengan ukuran yang sangat besar. Warga memperkirakan ukuran paus hampir setara dengan kapal muatan 4 Gross Ton (GT). Bangkai paus tersebut menjadi pemandangan langka bagi masyarakat pesisir Tamborasi.

Salah seorang warga setempat, Isman Semara, mengatakan masyarakat pertama kali mengetahui keberadaan paus itu saat melihat benda besar mengapung mendekati bibir pantai. Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata seekor paus yang sudah mati.

“Ukurannya sangat besar, kira-kira seperti kapal muatan 4 GT. Warga di sini baru pertama kali melihat paus sebesar ini terdampar di pantai,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat masih kebingungan mencari cara untuk melakukan evakuasi bangkai paus tersebut karena ukurannya yang sangat besar dan berat. Warga khawatir apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan bau busuk yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

“Kalau tidak cepat dievakuasi, pasti akan menimbulkan bau tidak sedap. Kami masyarakat masih berpikir bagaimana caranya mengevakuasi paus mati ini,” tambahnya.

Keberadaan paus mati itu juga mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung hewan laut raksasa tersebut. Beberapa warga bahkan mengabadikan momen langka itu menggunakan telepon genggam mereka.

Selain berpotensi menimbulkan bau menyengat, bangkai paus yang dibiarkan terlalu lama di pesisir pantai juga dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan sekitar. Warga berharap pemerintah daerah, aparat terkait, maupun instansi kelautan segera turun tangan untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

Masyarakat Desa Tamborasi berharap proses evakuasi dapat segera dilakukan agar kondisi lingkungan tetap terjaga dan aktivitas warga di sekitar pantai tidak terganggu akibat bau yang kemungkinan muncul dari bangkai paus tersebut.

Arsamedia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA