
Arsamedia.com Konawe — Dinas Sosial Kabupaten Konawe melalui Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial menghadirkan sebuah inovasi terbaru berupa Sistem Informasi Valid Data Kesejahteraan Konawe (SI VALID KK).
Inovasi tersebut digagas sebagai salah satu upaya untuk menghadirkan data kesejahteraan dan kemiskinan yang lebih valid, akurat, serta dapat menjadi dasar dalam menentukan sasaran penerima bantuan sosial di Kabupaten Konawe.
Kehadiran SI VALID KK tidak terlepas dari keresahan masyarakat selama ini terkait penyaluran bantuan sosial yang dinilai masih ditemukan adanya ketidaktepatan sasaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial Kabupaten Konawe untuk melakukan pembenahan, khususnya dari sisi validasi dan pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Konawe, Amos Demi, bersama tim kemudian mendorong lahirnya inovasi SI VALID KK sebagai sistem yang diharapkan mampu membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran data kemiskinan secara lebih jelas dan terukur.
Melalui sistem tersebut, proses pendataan dan validasi diharapkan tidak hanya menghasilkan angka kemiskinan, tetapi juga memberikan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah.
Dengan adanya data yang tervalidasi, pemerintah daerah dapat memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan berbagai kebijakan maupun program bantuan sosial sehingga manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Inovasi SI VALID KK tersebut mendapat dukungan dari Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan dan arahan dalam pelaksanaan serta pengembangan SI VALID KK. Pemerintah Kabupaten Konawe juga mendorong agar inovasi yang dikembangkan Dinas Sosial tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan dalam proses penyediaan dan pengelolaan data kemiskinan di Kabupaten Konawe.
Dukungan kepala daerah menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi pelayanan publik, khususnya karena persoalan data kesejahteraan masyarakat membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan pemutakhiran secara berkelanjutan.
Untuk mempercepat penerapan sistem tersebut, Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Konawe bergerak melakukan sosialisasi SI VALID KK ke sejumlah kecamatan.
Hingga saat ini, sosialisasi telah dilakukan di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Unaaha, Wawotobi, Tongauna, Uepay, Lambuya, Konawe, dan Kecamatan Tongauna Utara.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk memperkenalkan mekanisme sistem sekaligus mendorong keterlibatan pemerintah kecamatan dalam proses validasi data kesejahteraan masyarakat.
Dengan semakin luasnya penerapan SI VALID KK, diharapkan proses pendataan masyarakat miskin dan rentan miskin di Kabupaten Konawe dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Data yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan program intervensi yang sesuai dengan kondisi masyarakat, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Konawe Nasrudin, SH., MH., menyatakan dukungannya terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan oleh masing-masing bidang di lingkungan Dinas Sosial.
Menurutnya, setiap bidang perlu diberikan ruang untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Sosial Kabupaten Konawe untuk terus melakukan pembenahan pelayanan, termasuk dalam pengelolaan data kesejahteraan masyarakat.
Melalui SI VALID KK, Dinas Sosial Konawe berharap persoalan ketidakakuratan data dapat terus diminimalkan sehingga program bantuan sosial maupun program penanganan kemiskinan dapat diberikan berdasarkan kondisi masyarakat yang telah melalui proses validasi.
Inovasi ini juga diharapkan menjadi langkah menuju tata kelola data kesejahteraan yang lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ke depan, pengembangan SI VALID KK diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Konawe sehingga pemerintah memiliki basis data kesejahteraan yang semakin lengkap dan akurat sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan serta penanganan kemiskinan.
Laporan : Arsamedia.

Tidak ada komentar