
Arsamedia.com, Konawe –
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe, H. Hasrun Taleo, S.Pd.I., M.Pd., mengajak seluruh ayah, bapak, dan abi di Kabupaten Konawe untuk turut berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Gerakan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa peran seorang ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping utama dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru, saat ribuan peserta didik kembali memasuki lingkungan sekolah setelah libur panjang. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, di hari pertama sekolah dinilai mampu memberikan semangat, rasa aman, serta kepercayaan diri bagi anak dalam memulai proses belajar.
Menurut H. Hasrun Taleo, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Karena itu, keterlibatan seorang ayah sejak awal perjalanan pendidikan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, mental, dan motivasi belajar anak.
“Ayo para ayah, bapak, dan abi. Kehadiran kita menunjukkan bahwa kita peduli pada masa depan anak, bukan sekadar mencari nafkah,” ujar H. Hasrun Taleo.
Ia menegaskan bahwa mengantar anak ke sekolah mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana, namun memiliki makna yang sangat besar bagi anak. Perhatian yang diberikan orang tua akan menjadi kenangan berharga sekaligus memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.
Lebih lanjut, H. Hasrun Taleo berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah dapat menjadi budaya positif yang terus dilakukan, tidak hanya pada awal tahun ajaran, tetapi juga dalam berbagai aktivitas pendidikan lainnya. Menurutnya, kehadiran ayah dalam kehidupan anak akan membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan semangat untuk meraih prestasi.
Kementerian Agama Kabupaten Konawe juga mengajak seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya, para guru, serta masyarakat untuk mendukung gerakan ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan berpusat pada penguatan peran keluarga.
Melalui gerakan tersebut diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat kebersamaan, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh orang tua untuk lebih aktif mendampingi proses pendidikan putra-putri mereka. Sebab, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan di sekolah, tetapi juga oleh perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan orang tua di rumah.
Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar