
Arsamedia.com Kolaka –
Pelaksanaan sosialisasi pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Tamboraasi, Kecamatan Iwomendaa, Kabupaten Kolaka, menjadi sorotan masyarakat. Sosialisasi yang dilaksanakan oleh pihak Kecamatan Iwomendaa tersebut diduga tidak dilakukan secara terbuka karena hanya melibatkan aparat desa tanpa mengundang masyarakat luas.
Sejumlah warga menilai kegiatan sosialisasi tersebut terkesan tertutup dan tidak memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat. Padahal, menurut mereka, sosialisasi Pilkades merupakan agenda penting yang seharusnya diketahui seluruh warga desa agar masyarakat memahami tahapan, aturan, serta mekanisme pemilihan kepala desa yang akan datang.
Informasi yang dihimpun Awak Media menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi hanya dihadiri aparat desa dan beberapa unsur tertentu. Tidak adanya undangan terbuka kepada masyarakat memunculkan berbagai dugaan di tengah warga, termasuk adanya kekhawatiran muncul calon lain yang siap bersaing dalam Pilkades mendatang.
“Seharusnya masyarakat juga diundang supaya tahu aturan dan tahapan Pilkades. Kalau hanya aparat desa yang hadir, tentu masyarakat bertanya-tanya,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Warga berharap pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa dapat menjelaskan alasan tidak dilibatkannya masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam menjaga proses demokrasi di tingkat desa agar berjalan jujur, adil, dan transparan.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar seluruh tahapan Pilkades nantinya dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku tanpa ada keberpihakan kepada pihak tertentu. Mereka menginginkan pemilihan kepala desa berjalan secara demokratis dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi.
Beberapa tokoh masyarakat menilai sosialisasi yang tidak melibatkan warga secara luas dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses Pilkades. Karena itu, mereka meminta agar pemerintah kecamatan segera melakukan sosialisasi ulang secara terbuka dengan mengundang masyarakat dari seluruh dusun di Desa Tamboraasi.
Masyarakat juga berharap pihak terkait, termasuk panitia Pilkades nantinya, dapat menjaga netralitas dan profesionalisme demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Iwomendaa maupun Pemerintah Desa Tamboraasi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tidak transparannya pelaksanaan sosialisasi Pilkades tersebut.
Arsamedia

Tidak ada komentar