Aliansi Rakyat Bersatu Laporkan Dugaan Suap Program MBG, Seret Oknum DPRD Sulbar

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 06:51 0 28 Admin

Arsamedia.com, Sulbar —
Dugaan praktik suap dalam percepatan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Sulawesi Barat. Seorang oknum anggota DPRD Sulbar berinisial “RIB” diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Dugaan ini mencuat setelah Aliansi Rakyat Bersatu secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulbar, bertepatan dengan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulbar pada Rabu (8/4/2026).

Dalam aksinya, massa mendesak BK untuk segera memproses dugaan pelanggaran etik tersebut secara objektif, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Aliansi menilai dugaan suap sebesar Rp50 juta telah mencederai tujuan utama Program MBG yang seharusnya berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dana tersebut diduga digunakan untuk mempercepat operasional dapur MBG yang berkaitan dengan oknum legislator.

 

Salah satu peserta aksi, Ahyar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti awal terkait dugaan tersebut.

“Kami telah menemukan data dan bukti kuat bahwa oknum DPRD Sulbar diduga melakukan penyuapan agar dapurnya cepat beroperasi, dengan nilai sekitar Rp50 juta, bahkan bisa lebih,” ujar Ahyar dalam orasinya.

Sementara itu, Juru Bicara Aliansi Rakyat Bersatu, Galang, menyatakan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Badan Kehormatan sebagai langkah awal penanganan dugaan pelanggaran etik.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menelusuri keterkaitan oknum “RIB” dengan sejumlah dapur MBG di wilayah Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar.

Menurut Galang, aliansi akan terus mengawal kasus ini tidak hanya melalui jalur etik dan politik, tetapi juga membuka kemungkinan membawa perkara ini ke ranah hukum pidana apabila ditemukan bukti yang cukup.

Koordinator lapangan, Hajril Hajura, menegaskan bahwa dugaan tersebut mengarah pada penyalahgunaan program publik untuk kepentingan pribadi.

“Jika ini terbukti, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat. Kami mendesak Badan Kehormatan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemberhentian,” tegasnya.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan berjalan kondusif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD Sulbar maupun oknum anggota berinisial “RIB” belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA